REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XI tingkat Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat Tahun 2026 resmi dibuka Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail pada Kamis (15/10/2026) di Pondok Pesantren Pembangunan Sumur Bandung (P3SB), Cililin.
Dalam acara tersebut, sebanyak 16 kafilah atau rombongan dari semua kecamatan di Kabupaten Bandung Barat datang mengenakan kekhasan yang melambangkan daerah masing-masing. Hadir pula Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail bersama unsur organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bandung Barat.
"MTQH merupakan momentum penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Alquran dan Hadits, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari," kata Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail.
Dirinya berharap kegiatan ini melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam membaca dan memahami Alquran. Tetapi juga menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman dalam bersikap, bertindak, dan membangun kehidupan bermasyarakat.
"Kepada seluruh peserta dan kafilah, saya berpesan agar tampil dengan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadikan MTQH ini sebagai ajang mempererat persaudaraan," ujar Jeje.
Sejalan dengan semangat tersebut, Pemkab Bandung Barat juga terus berupaya memperkuat dukungan terhadap pendidikan dan pengembangan pesantren. Sebagai salah satu bentuk komitmen itu, Pemkab Bandung Barat telah menetapkan Peraturan Bupati Nomor (Perbup) Nomor 13 Tahun 2026 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2022 tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren.
Peraturan ini menjadi landasan bagi pihaknya untuk memfasilitasi pengembangan pesantren, mulai dari dukungan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas santri, hingga penguatan fungsi dakwah dan pemberdayaan masyarakat.
"Dalam waktu dekat, peraturan ini akan segera kami sosialisasikan kepada pesantren dan perangkat daerah terkait, agar pelaksanaannya dapat dipahami dengan baik dan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Jeje berharap pesantren terus tumbuh menjadi pusat pendidikan, pembinaan akhlak, dan pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat luas bagi kemajuan Bandung Barat. "Mari kita perkuat sinergi antara pemerintah daerah, ulama, pesantren, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Bandung Barat yang AMANAH dan berakhlakul karimah," kata Jeje.
Pemenang Tingkat Kabupaten Bakal Bertarung se-Jabar
Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail mengatakan, MTQH ini diikuti 16 kafilah yang mewakili kecamatan. Pemenang nantinya akan mewakili Kabupaten Bandung Barat ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
"Musabaqoh Tillawatil Qur'an dan Hadis untuk mencari para santri yang berpotensi, untuk mewakili Kabupaten Bandung Barat ke ajang tingkat provinsi. Dan berharap mudah-mudahan setelah tingkat provinsi ada juga nanti bisa mewakili provinsi untuk tingkat nasional," kata Asep.
Namun, kata dia, tentunya bukan hanya mencari yang target juara, tapi yang lebih penting adalah membumikan Al-Quran. "Artinya, masyarakat Kabupaten Bandung Barat, terutama anak-anak kita yang ada di pesantren, supaya senantiasa membaca Al-Quran dan mengamalkan isi Al-Quran dan berakhlakul karimah," ujar Asep.
Ikuti Whatsapp Channel Republika