REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Sebuah peta yang diunggah oleh sejumlah akun resmi Kementerian Luar Negeri Israel di platform X memicu kontroversi luas.
Pasalnya, peta tersebut memasukkan sebagian wilayah Lebanon Selatan ke dalam wilayah yang digambarkan sebagai bagian dari negara Israel.
Baca Juga- Jika Perang dengan Iran Meletus Lagi, Apakah AS Mampu Bertahan? Ini Kata Analis
- 7 Bentuk Siksa Neraka yang Diabadikan dalam Alquran, Ada Satu yang Paling Berat
- Berapa Biaya yang Dikeluarkan AS untuk Perang Iran? Ternyata Jumlahnya Fantastis
Kontroversi ini muncul ketika berbagai pelanggaran Israel di kawasan tersebut masih terus berlangsung.
Peta itu diunggah oleh sejumlah akun, di antaranya akun resmi Kementerian Luar Negeri Israel serta akun seperti “Israel dalam Bahasa Arab” dan “Berdirilah Bersama Kami”.
Menurut Aljazeera, dikutip Selasa (11/8/2026), peta tersebut muncul dalam sebuah unggahan berisi data statistik yang membandingkan tingkat kekurangan gizi di Timur Tengah.
Publikasi itu merupakan bagian dari upaya Israel untuk membantah laporan mengenai kelaparan di Jalur Gaza.
بعد نشر الخارجية الإسرائيلية خريطة ضمت فيها جنوب لبنان لإسرائيل.. حـ ـزب الله: السلطة تتحمل مسؤولية السير بمسار التنازلات وإسرائيل تحاول كسب الوقت وفرض وقائع جديدة على الأرض pic.twitter.com/Aa6ORDbFJM
— الجزيرة مباشر (@ajmubasher) August 9, 2026
Belakangan, akun-akun Kementerian Luar Negeri Israel menghapus unggahan yang memuat peta tersebut. Namun, tidak ada permintaan maaf ataupun penjelasan resmi mengenai bagaimana peta itu bisa diterbitkan.
Sementara itu, akun pemerintah Israel lainnya tetap mempertahankan peta tersebut ketika reaksi keras dan kecaman politik maupun publik mulai bermunculan di Lebanon.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika