Nasional

Polisi Bantu Bebaskan 2 WNI Operator Scamming Online di Myanmar

Polri bantu selamatkan dua WNI yang disekap di Myawaddy, Myanmar. Mereka diduga terlibat penipuan daring. Koordinasi terus dilakukan untuk penyelamatan.

19 Juli 2026, pukul 14:10 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Hukum & Kriminal Polisi Bantu Bebaskan 2 WNI Operator Scamming Online di Myanmar CNN Indonesia Minggu, 19 Jul 2026 21:10 WIB Bagikan: url telah tercopy Polri turun tangan membantu proses penyelamatan dua warga negara Indonesia (WNI) yang diduga disekap di Kota Myawaddy, Myanmar. Kedua WNI itu diketahui bekerja sebagai operator penipuan daring (online scam). Ilustrasi (iStockphoto/AHMET YARALI) Jakarta, CNN Indonesia --

Polri turun tangan membantu proses penyelamatan dua warga negara Indonesia (WNI) yang diduga disekap di Kota Myawaddy, Myanmar. Kedua WNI itu diketahui bekerja sebagai operator penipuan daring (online scam).

"Sudah (monitor), lagi kami upayakan berbagai langkah untuk yang bersangkutan, yang bersangkutan operator scamming online," kata Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Untung Widyatmoko saat dikonfirmasi, Minggu (19/7).

Lihat Juga :Sindikat Love Scamming Digerebek di Medan, 7 WNA dan 31 WNI Ditangkap

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Untung, Polri terus berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk proses penyelematan terhadap kedua WNI tersebut.

Terlebih mengingat keduanya disekap di wilayah Myawaddy. Diketahui, Myawaddy adalah wilayah perbatasan Myanmar dengan Thailand yang menjadi zona konflik bersenjata antara junta militer dan kelompok pemberontak.

Wilayah tersebut juga merupakan area yang sangat berbahaya dan sulit diakses pemerintah, serta sering menjadi lokasi penyekapan WNI korban penipuan kerja.

"Polisi Myanmar mereka juga enggak berani masuk karena diduga disekap di wilayah pemberontak," ujarnya.

Lihat Juga :3 Kapal Hangus Terbakar di Muara Angke, Polisi Terjun Penyelidikan

Sebelumnya, sebuah video beredar luas di media sosial memperlihatkan dua perempuan WNI dalam kondisi diborgol dan mengaku sedang disekap di Myanmar. Mereka berkirim video minta bantuan agar bisa dipulangkan.

Satu dari dua wanita muda itu diketahui bernama Ayu, warga Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat memverifikasi bahwa salah satu sosok dalam video adalah Ayu, warga Kabupaten Agam Sumatera Barat.

"Setelah video viral itu, kami langsung berkoordinasi dengan pihak terkait, mulai dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Agam hingga Polda Sumbar. Dari hasil koordinasi, memang benar bahwa Ayu merupakan warga Agam," kata Kepala BP3MI Sumbar Jupriyadi kepada wartawan, Kamis (16/7).

Lihat Juga :Transaksi Judi Online Pegawai Pemprov Jabar Capai Rp14 Miliar

Ayu diduga berangkat ke luar negeri secara nonprosedural atau tidak melalui jalur resmi. Karenanya,, BP3MI tidak memiliki data keberangkatannya.

"Kalau PMI (Pekerja Migran Indonesia) berangkat secara tidak resmi, kami memang tidak mempunyai datanya. Biasanya, kami baru mengetahui ketika sudah muncul permasalahan (seperti ini)," katanya Jupriyadi.

Jupriyadi menduga pekerjaan yang dijalani Ayu dan temannya berkaitan dengan praktik penipuan daring atau scamming.

"Kalau wilayah-wilayah Myanmar seperti itu, biasanya pekerjaan yang ada berkaitan dengan scam atau scamming," ucap dia.

(dis/fra) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]
Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait