REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum kecelakaan di Jalan Siliwangi, tepatnya di sebelah timur SMP Negeri 3 Gamping, Padukuhan Ponowaren, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Sleman, Sabtu (22/8/2026) dini hari. Penyelidikan dilakukan menyusul adanya informasi terkait dugaan aksi saling cegat hingga tawuran antarkelompok pelajar.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan dalam kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB tersebut, seorang pelajar asal Godean, HFN (17 tahun), meninggal dunia setelah mengalami luka serius. Korban sempat menjalani perawatan di RS Queen Latifa, namun nyawanya tidak tertolong.
Baca Juga- Angkat Tema 'Laku', Festival Sastra Yogyakarta 2026 Tegaskan Sastra Bagian dari Kebudayaan Kota
- Alpera Yogyakarta Gugat Empat Cita-cita Kemerdekaan
- Semarak 17-an, Warga Demakan Lama Yogyakarta Tampilkan Kostum Unik dalam Lomba Gerak Jalan
Kecelakaan itu melibatkan sepeda motor Honda Vario yang dikendarai RAJ (14 tahun), pelajar asal Gamping, dengan HFN yang saat kejadian berada di badan jalan. RAJ mengalami luka lecet dan memar serta mendapat perawatan di PKU Muhammadiyah Gamping. Sementara pembonceng motor, MZA (17 tahun), merupakan pelajar asal Mlati, Sleman.
"Pejalan kaki berinisial HFN (17), laki-laki, pelajar, warga Godean, Sleman, mengalami sejumlah luka serius, di antaranya patah tulang pada kaki kanan dan cedera kepala berat. Korban kemudian meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Queen Latifa," kata Argo saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2026).
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika