JAKARTA -- Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diproyeksikan menjadi penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah Porprov Banten. Sebanyak 60 cabang olahraga (cabor) akan dipertandingkan selama sembilan hari, mulai 15 hingga 23 November 2026. Salah satunya, cabor karate.
Di tengah persiapan penyelenggaraan, kontingen karate Tangerang Selatan terus mematangkan persiapan untuk menghadapi Porprov VII Banten 2026. Pelatih karate Tangsel, Sugeng Haryoto, mengatakan pemusatan latihan atau training camp (TC) telah berlangsung selama empat hingga lima bulan terakhir.
Baca Juga- Kasus Penyadapan Presiden RI Juga Diberitakan Media-Media Luar Negeri, Trending di X
- PLN Bangun 230 Kilometer Jaringan Listrik di Jawa Barat, Layani 6.392 Pelanggan
- Dilan dan Milea: Film Horor yang Hantunya Tidak Pernah Benar-Benar Pergi
Latihan rutin digelar di Aula Pemerintah Kota Tangerang Selatan setiap hari, dengan jadwal pagi pukul 06.00–08.00 WIB dan malam pukul 19.00–21.00 WIB. Persiapan tersebut mencakup peningkatan kemampuan teknik, fisik, serta mental atlet.
“Semakin banyak berlatih, kita membentuk detail-detail dari setiap gerakan. Kita cermati dan latih sehingga atlet menjadi lebih percaya diri serta lebih siap secara mental maupun fisik untuk menjadi juara,” ujar Sugeng.
Sebagai tuan rumah, kontingen karate Tangsel ditargetkan meraih tujuh hingga delapan medali emas. Sugeng mengatakan target tersebut menjadi motivasi bagi para atlet untuk menjalani latihan secara konsisten dan meningkatkan kemampuan menghadapi persaingan.
Evaluasi dan simulasi pertandingan dilakukan secara berkala untuk mengidentifikasi kekurangan atlet, sekaligus mempersiapkan strategi menghadapi lawan. Persiapan dilakukan untuk nomor Kata (jurus) maupun Kumite (pertarungan).
Sugeng mengakui persaingan pada Porprov Banten 2026 tidak akan mudah. Sejumlah daerah, seperti Kota Serang dan Kota Tangerang, dinilai memiliki kekuatan yang seimbang dengan Tangsel.
“Optimistis kita bisa bersaing dan berkompetisi secara fair dengan mereka. Kita berjuang secara maksimal, baik untuk target yang sudah ditetapkan maupun kejutan yang mungkin muncul di luar prediksi,” katanya.
Atlet karate Tangsel, Zahwan Ahmad Sinwan, juga mengaku optimistis menghadapi Porprov VII Banten 2026. Atlet bersabuk hitam tersebut telah mengikuti latihan karate sejak kelas satu sekolah dasar dan masuk dalam pembinaan atlet sejak kelas lima sekolah dasar.
Zahwan mengungkapkan latihan intensif pagi dan malam menjadi bagian dari persiapan untuk menghadapi pertandingan. Pada tahun ini, ia juga telah mengikuti sejumlah kejuaraan, di antaranya Adidas Open, Bharaduta Open, dan IPB Karate Cup.
“Target saya yang pasti mendapatkan medali emas di karate ini,” ujar Zahwan.
Bagi Zahwan, dukungan pemerintah daerah dan pembinaan atlet menjadi motivasi tersendiri untuk terus mengembangkan kemampuan. Ia berharap penyelenggaraan Porprov Banten 2026 berjalan lancar dan seluruh cabang olahraga mampu memberikan hasil terbaik bagi daerah masing-masing.
Sementara itu, atlet karate Tangsel lainnya, Andine Amanda Valerina Roselind Damanik, mengatakan persiapan menghadapi Porprov telah berlangsung selama lima hingga enam bulan. Atlet nomor kata tersebut menilai konsistensi latihan menjadi tantangan utama, terutama bagi atlet yang telah lama menekuni olahraga karate.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara