REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya mengatasi persoalan gizi dan stunting pada anak-anak Indonesia. Namun, ia menekankan program tersebut harus terus diperbaiki dan dijalankan secara efisien.
Menurutnya, pemenuhan gizi menjadi salah satu hal mendasar yang harus diperhatikan pemerintah. Anak-anak tidak seharusnya belajar dalam kondisi lapar.
Baca Juga- Presiden: Menkeu Senyum, Saya Merasa Aman
- Di Hadapan MPR, Prabowo Bertekad Teruskan Program MBG dengan Efisiensi
- Prabowo Janjikan 2029, Semua Sekolah Negeri Bakal Direnovasi
“Kita memulai dari hal yang paling dasar, yaitu gizi. Tidak boleh ada anak-anak kita belajar dalam keadaan lapar. Tidak ada anak yang dapat belajar dengan baik apabila ia lapar,” kata Prabowo dalam sambutannya di rapat tahunan MPR, Jumat (14/8/2026).
Ia mengakui sebagian masyarakat mungkin tidak pernah melihat atau merasakan kondisi anak-anak yang tidak mendapatkan makanan pada pagi hari. Namun, menurut Prabowo, kondisi tersebut masih menjadi kenyataan yang dihadapi sebagian anak Indonesia.
“Mungkin sebagian di antara kita tidak akan pernah melihat atau merasakan anak-anak yang tidak makan pada pagi hari. Tapi itulah kenyataan yang kita dapati dan kita laksanakan program MBG ini untuk mengatasi itu, untuk mengatasi stunting yang masih dialami oleh anak-anak kita di beberapa tempat setinggi 25% anak-anak kita,” katanya.
Prabowo menyebut sekitar satu dari empat anak Indonesia mengalami stunting. Kondisi tersebut, kata dia, dapat berdampak terhadap perkembangan sel otak, otot, dan tulang.
“Satu dari empat anak Indonesia ada yang mengalami stunting. Sel otak tidak berkembang dengan baik, sel otot tidak berkembang dengan baik, sel tulang tidak berkembang dengan baik, Saudara-saudara sekalian,” katanya.
Menurut Prabowo, dampak stunting bahkan dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalani pekerjaan fisik di kemudian hari.
“Untuk jadi buruh pelabuhan saja, ia mungkin tidak akan sanggup. Untuk jadi petani, buruh tani saja, mungkin dia juga tidak akan sanggup,” ucapnya.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika