REPUBLIKA.CO.ID,DEPOK — Anggota Komisi I DPRD Jabar, Pradi Supriatna mengusulkan agar proyek Metro Stater Depok yang telah lama mangkrak dialihkan menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Usulan tersebut dinilai dapat menjadi solusi untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah tengah Kota Depok.
Pradi menilai, lokasi proyek Metro Stater yang berada di kawasan Margonda cukup strategis untuk dikembangkan menjadi fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah. Terlebih, wilayah tengah Depok hingga kini belum memiliki RSUD yang dapat menjadi rujukan masyarakat di sekitarnya.
Menurut dia, keberadaan RSUD di kawasan Margonda akan melengkapi fasilitas kesehatan yang telah tersedia di wilayah barat dan timur Kota Depok. Saat ini, Kota Depok telah memiliki RSUD di Sawangan dan Tapos.
"Kami tentu berterima kasih karena saat ini Depok sudah punya RSUD wilayah barat (Sawangan) dan RSUD wilayah timur (Tapos). Harapan saya tentu ke depan, tahun-tahun berikutnya dianggarkan untuk ada RSUD wilayah tengah yang meng-cover Beji, Limo, dan termasuk Sukmajaya," kata Pradi, Sabtu (17/10/2026).
Legislator Partai Gerindra tersebut mengatakan pemanfaatan kembali proyek yang telah lama terbengkalai perlu dipertimbangkan secara matang. Menurut dia, perubahan fungsi bangunan menjadi rumah sakit daerah berpotensi memberikan manfaat yang lebih langsung bagi masyarakat.
Pradi menilai akses terhadap layanan kesehatan yang memadai menjadi kebutuhan mendasar yang harus terus diperhatikan pemerintah daerah. Keberadaan RSUD di kawasan tengah diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan medis tanpa harus bergantung pada fasilitas kesehatan di wilayah lain.
Dia juga menekankan pentingnya pemerataan pelayanan kesehatan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok menengah ke bawah.
Karena itu, Pradi berharap usulan pengalihan fungsi Metro Stater menjadi RSUD Margonda dapat menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Kota Depok dalam menyusun prioritas pembangunan ke depan.
Menurut dia, proyek yang telah lama mangkrak tersebut perlu dicarikan solusi pemanfaatan yang tepat agar keberadaannya dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Depok.
Ikuti Whatsapp Channel Republika