Pemprov DKI Jakarta terus mengupayakan sejumlah lokasi pemakaman baru untuk mengatasi keterbatasan taman pemakaman umum (TPU) di ibu kota Republik Indonesia (RI) itu.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan selain mencari lahan baru, upaya lain yang dilakukan di antaranya menata kembali area TPU dengan memindahkan warga yang tinggal di dalam kawasan pemakaman. Hal itu dilakoni guna menambah ruang untuk pemakaman di lokasi yang sudah ada.
"Yang sekarang ini dilakukan adalah kita memindahkan warga masyarakat yang tinggal di TPU, seperti di Menteng Atas dan sebagainya. Dari pemindahan ini memberikan ruang untuk pemakaman di pemakaman-pemakaman yang ada," ujar Pramono, Jakarta, Rabu (28/10) dikutip dari situs Pemprov DKI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, sebagian warga yang direlokasi ditempatkan di rumah susun (rusun) milik Pemprov DKI Jakarta. Dari pemindahan tersebut, ruang untuk pemakaman di TPU yang ada diharapkan dapat bertambah.
Pilihan Redaksi- 65 Hektare Lahan di Jakarta Barat Bakal Jadi TPU Baru
- Kantor Pusat PT Djarum Digeledah KPK, Apa yang Diusut Penyidik?
- RSUDZA Aceh Sanksi Pemasang Kamera dalam Pengharum di Ruang Ganti
Selain itu, Pemprov DKI membuka opsi pemakaman secara tumpang dengan tetap mempertimbangkan persetujuan keluarga dan ahli waris.
Pramono menambahkan, pihaknya tidak hanya mengoptimalkan lahan pemakaman yang tersedia, tetapi juga menyiapkan lokasi baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada masa mendatang.
Kendati demikian, dia belum memaparkan lokasi terkait lahan baru yang disiapkan Pemprov DKI, karena masih dalam pembahasan internal.
"Kita membuka ruang untuk beberapa tempat pemakaman baru yang sedang kita finalisasikan," kata dia.
Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta tidak mengalokasikan anggaran untuk membeli lahan makam baru dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 meskipun lahan pemakaman di Jakarta saat ini dalam kondisi krisis.
Masih mengutip dari situs resmi Pemprov DKI, bulan lalu, DPRD DKI Jakarta menyoroti optimalisasi lahan pemakaman untuk mengatasi keterbatasan petak makam pemakaman.
Ketua Komisi D DPRD DKI Yuke Yurike mengatakan di dalam APBD perubahan 2026 belum ada anggaran untuk pengadaan lahan pemakaman baru, sehingga pihaknya mendorong optimalisasi TPU yang sudah ada.
"Untuk pembelian lahan baru belum ada. Karena untuk lahan itu memang agak sulit. Waktunya juga mepet, harus dikaji ulang, ada penlok dan sebagainya," ujar Yuke, Rabu (23/9).
Yuke pun menegaskan kebutuhan lahan makam tetap menjadi perhatian karena ketersediaan petak makam di Jakarta semakin terbatas.
Oleh karena itu, pengadaan lahan diharapkan dapat dialokasikan pada tahun anggaran berikutnya dengan memprioritaskan lahan yang berdekatan atau berbatasan langsung dengan kompleks pemakaman yang sudah ada.
"Yang diprioritaskan yang eksisting, yang menempel dengan yang eksisting. Itu untuk pelebaran. Kalau ada lahan yang memang menempel di situ, mungkin itu bisa jadi prioritas," katanya.
Ia menambahkan, pengadaan lahan di wilayah pinggiran Jakarta juga dapat dipertimbangkan dengan memperhatikan harga tanah dan kemampuan fiskal daerah. Sementara itu, opsi pengadaan lahan di luar Jakarta atau kawasan aglomerasi masih perlu dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah terkait.
Mengutip dari situs BPS DKI Jakarta, saat ini di ibu kota RI itu setidaknya ada 82 TPU yang dikelola Pemprov. Dan, setidaknya 69 di antaranya sudah penuh sehingga harus dilakukan penguburan dengan sistem tumpang.
Bagikan: URL berhasil disalin