REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim nasional Norwegia berpeluang mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 saat menghadapi Senegal pada pertandingan kedua Grup I di Stadion New York/New Jersey, Selasa (23/6/2026) pagi WIB. The Vikings datang dengan modal kemenangan meyakinkan pada laga pembuka, sementara Senegal berada dalam tekanan setelah menelan kekalahan.
Sorotan utama kembali tertuju kepada Erling Haaland. Penyerang Norwegia itu langsung menunjukkan ketajamannya pada debut di Piala Dunia dengan mencetak dua gol saat membantu timnya mengalahkan Irak 4-1.
Baca Juga- Haaland Bersinar, Norwegia Tekuk Irak 4-1 pada Laga Perdana Grup I Piala Dunia 2026
- Profesor Norwegia: Jangan Mimpi Bisa Bikin Rusia Bertekuk Lutut
- Grup I Piala Dunia 2026: Arena Pembuktian Prancis dan Generasi Emas Norwegia
Brace tersebut melanjutkan performa impresif Haaland bersama tim nasional. Sebelum putaran final dimulai, bomber Manchester City itu telah mengoleksi 16 gol dalam delapan pertandingan sepanjang babak kualifikasi.
"Saya merasakan kekosongan itu pada Piala Dunia 2022 di Qatar dan juga Euro 2024. Sekarang akhirnya terjadi, dan memang sudah waktunya," kata Haaland, dikutip dari ESPN, Senin (22/6/2026).
Bagi pemain berusia 25 tahun tersebut, tampil di Piala Dunia memiliki arti khusus. Ia lahir dua tahun setelah penampilan terakhir Norwegia di putaran final pada 1998. Kini, Haaland menjadi wajah utama generasi emas yang berhasil membawa negaranya kembali ke panggung sepak bola terbesar dunia.
Bersama Martin Odegaard, Alexander Sorloth, Sander Berge, dan Antonio Nusa, Norwegia mulai diperhitungkan sebagai salah satu kuda hitam turnamen. Kemenangan atas Senegal akan membuat langkah mereka menuju fase gugur semakin terbuka.
Meski demikian, pelatih Stale Solbakken meminta anak asuhnya tidak terlena dengan hasil pada laga pertama. Menurut dia, Senegal tetap merupakan lawan yang sangat berbahaya.
"Senegal memiliki banyak pemain cepat dan sangat berbahaya dalam transisi. Kami harus tetap disiplin dan mempertahankan identitas permainan kami," ujar Solbakken.
Juru taktik Norwegia itu menegaskan keberhasilan timnya tidak hanya bergantung pada Haaland. Organisasi permainan dan kerja kolektif menjadi faktor utama yang memungkinkan sang penyerang tampil maksimal di depan gawang lawan.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika