REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kebutuhan tenaga ahli di bidang pangan terus meningkat seiring berkembangnya tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga isu ketahanan pangan. Kondisi tersebut mendorong Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung untuk terus menyesuaikan kurikulum dan memperkuat pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia industri.
Kepala Program Studi Teknologi Pangan UM Bandung, Dr. Khairiah mengatakan, sektor pangan akan selalu menjadi bidang strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar manusia. Menurutnya, perkembangan ilmu dan teknologi pangan akan tetap relevan di masa depan karena tantangan global justru meningkatkan kebutuhan terhadap tenaga ahli di bidang tersebut.
Baca Juga- Pohon Tumbang Rusak Lima Ruang Kelas SDN Sendangmulyo 3 Semarang
- Tujuan Spiritual dan Moral pada Zakat Melampaui Tujuan Pajak
- UNM Gandeng Bank Syariah Indonesia, Buka Peluang Magang IEP 3+1 untuk Cetak Lulusan Siap Kerja
"Pangan akan selalu menjadi isu strategis, baik di tingkat nasional maupun global, karena berkaitan langsung dengan kehidupan manusia. Mempelajari ilmu dan teknologi pangan akan selalu relevan sampai kapan pun," ujarnya di kampus UM Bandung, Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (28/7/2026).
Khairiah menjelaskan, perkembangan inovasi real food maupun imitation food membuka peluang yang semakin luas bagi lulusan Teknologi Pangan untuk berkontribusi menciptakan sistem pangan yang aman, sehat, inovatif, dan berkelanjutan. Karena itu, kurikulum di Prodi Teknologi Pangan UM Bandung terus diperbarui agar mengikuti perkembangan industri sekaligus menjawab kebutuhan dunia kerja.
Proses pembelajaran juga didukung Mini Teaching Factory Food Industry yang dirancang menyerupai industri pangan sesungguhnya. Melalui fasilitas tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memperoleh pengalaman memproduksi pangan sesuai standar industri sebelum memasuki dunia kerja.
Selain praktikum laboratorium, mahasiswa mendapatkan pengalaman melalui program magang, penelitian, proyek inovasi, serta kolaborasi dengan berbagai mitra industri. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membekali lulusan dengan kompetensi praktis sekaligus kesiapan menghadapi tantangan di lapangan.
Menurut Khairiah, daya serap lulusan Prodi Teknologi Pangan UM Bandung tergolong tinggi. Sebagian besar alumni memperoleh pekerjaan dalam waktu tiga hingga enam bulan setelah lulus, bahkan ada yang telah menerima tawaran kerja sebelum menjalani prosesi wisuda.
View this post on InstagramLoading... Ikuti Whatsapp Channel Republika