REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus secara aktif mendukung tumbuhnya pelaku UMKM sawit yang inovatif, mandiri dan berkelanjutan. Mereka pun selalu menyediakan berbagai program peningkatan kapasitas, fasilitasi promosi dan penguatan daya saing agar dapat menjadi UMKM naik kelas.
Sampai Juni 2026, kerja sama UMKM dan BPDP telah mencapai 52 program kegiatan, mulai asosiasi petani, perguruan tinggi, kementerian, media, hingga pondok pesantren. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah menyampaikan, lembaganya terus mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang sawit.
Baca Juga- Pengembangan B50 Diproyeksikan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah Penghasil Sawit
- Perambahan Hutan 2.000 Hektare di Ketapang Kalbar Diduga akan Dijadikan Kebun Sawit
- Amran: Dugaan Manipulasi Nilai Ekspor Sawit Rugikan Negara Rp600 Triliun per Tahun
Termasuk adopsi teknologi dan percepatan hilirisasi industri kelapa sawit Indonesia menuju industri yang berdaya saing serta berkelanjutan. Tujuannya agar kemudian UMKM juga memiliki produk-produk yang berkualitas.
"Teknologi dan hilirisasi industri tidak hanya memberikan manfaat bagi sektor pengolahan skala besar, tetapi juga harus membuka peluang bagi UMKM untuk menghasilkan produk-produk inovatif berbasis kelapa sawit yang memiliki nilai tambah dan daya saing," kata Helmi dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika