Nasional

Pupuk dan Paving Block dari Eceng Gondok Bawa Harapan Baru untuk Penyintas Korban Longsor Pasirlangu

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Eceng gondok yang kerap dianggap sebagai gulma atau tanaman pengganggu yang tumbuh subur di perairan Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat akhirnya mulai...

15 Oktober 2026, pukul 07:36 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Eceng gondok yang kerap dianggap sebagai gulma atau tanaman pengganggu yang tumbuh subur di perairan Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat akhirnya mulai terurai menjadi produk bernilai dan memiliki manfaat untuk masyarakat.

PLN Indonesia Power (PLN IP) UBP Saguling menyulap eceng gondok itu menjadi bahan pembuat pupuk organik cair dan paving block yang memiliki nilai guna bagi masyarakat. Melalui pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan pupuk organik cair dan paving block, UBP Saguling mendorong pendekatan yang menghubungkan kepedulian lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat.

"Tanaman yang kerap menjadi tantangan dalam pengelolaan perairan ini dapat kami olah menjadi produk yang mendukung kebutuhan pertanian dan pembangunan prasarana," kata Senior Manager UBP Saguling Bapak Doni Bakar saat dikonfirmasi, Kamis (15/10/2026).

Produk pupuk organik dan paving blok itu dikirim untuk membantu pemulihan akses mobilitas dan pertanian bagi masyarakat terdampak longsor Januari lalu di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Ada 286 liter pupuk organik cair untuk petani dan paving block berbahan eceng untuk untuk menunjang perbaikan akses sekitar 300 meter.

"Pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali yang rusak, tetapi juga mengembalikan harapan, menghidupkan kembali aktivitas masyarakat, dan memastikan kehidupan dapat berangsur pulih," ujar Doni.

Penyaluran bantuan ini menjadi bentuk kepedulian UBP Saguling dalam mendukung pemulihan kehidupan masyarakat, khususnya pada sektor pertanian dan aksesibilitas lingkungan. Langkah ini menegaskan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kolaborasi dan perhatian terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat.

"Mulai dari pemulihan ekonomi, ketersediaan sarana pendukung pertanian, hingga akses prasarana yang menunjang mobilitas warga," ujar Doni.

Bagi UBP Saguling, kata dia, keterlibatan dalam pemulihan pascabencana merupakan wujud komitmen perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui program yang memberikan manfaat nyata, sekaligus memperkuat hubungan antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, inovasi ini membawa pesan bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui solusi yang bermanfaat, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Eceng gondok yang diolah menjadi produk bernilai menjadi salah satu contoh bagaimana tantangan lingkungan dapat diarahkan menjadi peluang untuk mendukung masyarakat.

"PLTA Saguling tidak hanya menghadirkan energi bagi negeri, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Dari eceng gondok, tumbuh solusi dari kepedulian, hadir harapan; dan dari kebersamaan, masyarakat Pasirlangu melangkah menuju pemulihan," kata dia.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan, bantuan ini tentunya bermanfaat untuk membantu pemulihan pascabencana di Desa Pasirlangu. Pemulihan ini juga yang menjadi fokus dan perhatian Pemkab Bandung Barat.

"Kita harus memikirkan pascabencana, juga terus mendorong bantuan supaya masyarakat Desa Pasirlangu tidak mengalami kesulitan. Ke depan kita akan relokasi sesuai apa yang awal dibicarakan," ujar Jeje.

 

Lihat di situs asli

Berita terkait