REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tujuh tahun lalu, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) lahir untuk menyatukan beragam kode QR pembayaran di Indonesia. Kini, QRIS tak lagi sekadar menjadi alat transaksi di dalam negeri. Sistem pembayaran yang dikembangkan Bank Indonesia (BI) itu telah merambah sejumlah negara dan menjadi salah satu tulang punggung transformasi pembayaran digital nasional.
Perjalanan QRIS berlanjut meski terjadi pergantian kepemimpinan di bank sentral. Gubernur BI sebelumnya Perry Warjiyo menjadikan penguatan sistem pembayaran digital sebagai salah satu agenda utama selama masa kepemimpinannya. Di bawah arah kebijakan tersebut, QRIS berkembang dari standar pembayaran nasional menjadi sistem pembayaran lintas negara.
Baca Juga- Dari Masjid Agung Al-Azhar, MAI Rumuskan Arah Strategis Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045
- Viral Ibu Kimpul, Sulap Olahan Kimpul Jadi Aneka Makanan Kekinian
- Eks Menag Yaqut Dijadwalkan Jalani Sidang Dakwaan Hari Ini
Pjs. Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan pengembangan QRIS akan terus dilanjutkan. Menurut dia, kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk memperkuat kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, termasuk kerja sama QRIS antarnegara.
"Kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk menopang dan memperkuat daya beli masyarakat melalui perluasan kerja sama QRIS antarnegara ke negara mitra prioritas dan program QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 dengan target 47 juta merchant QRIS pada 2026 guna mendorong ekonomi keuangan digital yang inklusif termasuk bagi UMKM," kata Destry dalam taklimat media hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (3/8/2026).
QRIS diluncurkan BI pada 17 Agustus 2019 sebagai standar nasional pembayaran berbasis QR Code. Sebelum itu, setiap bank dan penyedia jasa pembayaran memiliki standar QR masing-masing sehingga merchant harus menyediakan beberapa kode QR untuk menerima pembayaran. Melalui QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dapat menggunakan satu standar yang sama. BI mengembangkan QRIS dengan prinsip CEMUMUAH (cepat, mudah, murah, aman, dan andal), sekaligus membangun sistem pembayaran yang saling terhubung (interconnected) dan saling beroperasi (interoperable).
Sebelum mengakhiri masa jabatannya, Perry menegaskan pengembangan QRIS lintas negara akan terus berlanjut. Menurut dia, QRIS telah terhubung dengan Jepang dan Korea Selatan, melengkapi kerja sama yang sebelumnya telah terjalin dengan Thailand, Malaysia, Singapura, dan China.
Fasilitas QRIS Tap pada gate transportasi publik. Layanan ini mendukung pembayaran nontunai dengan menempelkan ponsel yang memiliki fitur NFC. - (Ist)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika