Nasional

Rahasia Kedekatan Allah yang Jarang Disadari Manusia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ada saat-saat dalam hidup ketika manusia tidak lagi mencari jawaban, melainkan kehadiran. Bukan jalan keluar yang pertama kali ia butuhkan, melainkan keyakinan bahwa ia tidak sedang berjalan sendirian. Pada...

18 Juni 2026, pukul 15:21 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ada saat-saat dalam hidup ketika manusia tidak lagi mencari jawaban, melainkan kehadiran. Bukan jalan keluar yang pertama kali ia butuhkan, melainkan keyakinan bahwa ia tidak sedang berjalan sendirian.

Pada malam-malam yang panjang, ketika lampu telah dipadamkan dan dunia seakan berhenti berbicara, sering kali yang tersisa hanyalah percakapan sunyi antara seorang hamba dan Tuhannya. Tidak ada saksi selain air mata. Tidak ada pendengar selain langit. Tidak ada bahasa selain desir hati yang patah.

Baca Juga

Pada saat seperti itulah, ayat ini turun bagaikan pelukan yang tidak terlihat.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

wa iżā sa`alaka ‘ibādī ‘annī fa innī qarīb, ujību da’watad-dā’i iżā da’āni falyastajībụ lī walyu`minụ bī la’allahum yarsyudụn

"Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS Al-Baqarah: 186)

Ayat ini lahir dari sebuah pertanyaan yang sangat manusiawi. Seorang Badui pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, "Apakah Tuhan kami dekat sehingga kami dapat berbisik kepada-Nya, ataukah jauh sehingga kami harus menyeru-Nya dengan suara keras?"

Pertanyaan itu sesungguhnya masih hidup hingga hari ini. Di balik setiap doa yang terucap, ada kegelisahan yang sama: apakah Allah mendengar? Apakah Dia mengetahui apa yang sedang kurasakan? Apakah tangisan yang kusembunyikan dari manusia sampai kepada-Nya?

Lalu turunlah jawaban dari langit. Menariknya, Allah tidak menjawab sebagaimana banyak ayat lain dalam Alquran. Ketika para sahabat bertanya tentang berbagai hal, sering kali Allah berfirman kepada Nabi-Nya dengan kalimat:

"Qul..."  Katakanlah.

Tetapi pada ayat ini tidak demikian. Allah tidak berkata, "Katakanlah kepada mereka bahwa Aku dekat." Allah menjawab sendiri.

فَإِنِّى قَرِيبٌ

"Maka sesungguhnya Aku dekat."

Imam Fakhruddin ar-Razi menyebutkan bahwa seakan-akan Allah menghapus seluruh perantara antara Diri-Nya dan hamba-Nya. Tidak ada jarak. Tidak ada dinding. Tidak ada pintu yang harus diketuk terlebih dahulu.

Allah sendiri yang berbicara kepada hati yang sedang mencari-Nya. Betapa banyak manusia yang merasa sendiri di tengah keramaian. Ada yang kehilangan orang yang dicintainya.

Ada yang memikul beban keluarga yang berat. Ada yang bertahun-tahun berdoa agar diberikan keturunan. Ada yang menunggu kesembuhan.

Ada yang terhimpit utang. Ada yang sedang menghadapi fitnah. Ada pula yang setiap malam meminta satu hal yang sama, tetapi belum juga melihat jawaban.

Kepada mereka semua, Allah tidak pertama-tama berkata, "Aku akan segera memberimu apa yang kau minta."

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait