Nasional

Raih Laba Rp8,51 T Selama Semester Pertama, Ini Rencana Ekspansi Bisnis Pupuk Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp8,51 triliun sepanjang semester pertama 2026. Nilai tersebut tumbuh 253% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Direktur Utama Pupuk Indonesia...

14 Juli 2026, pukul 10:06 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp8,51 triliun sepanjang semester pertama 2026. Nilai tersebut tumbuh 253% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menjelaskan, raihan tersebut seiring dengan upaya transformasi bisnis dan tata kelola perusahaan, yang sejalan dengan agenda Danantara Indonesia. Kinerja ini merupakan hasil dari penerapan operational excellence dan cost leadership yang disiplin, di bawah supervisi superholding tersebut. 

Baca Juga

Rahmad Pribadi menjelaskan efisiensi operasional dan disiplin biaya yang dijalankan secara konsisten sesuai agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut memungkinkan perusahaan untuk tumbuh secara berkelanjutan dengan atau tanpa momentum siklus harga komoditas. 

“Berkat dukungan pemerintah melalui Danantara transformasi bisnis secara menyeluruh sudah mulai membuahkan hasil berupa capaian kinerja keuangan yang membanggakan. Dengan fondasi keuangan yang semakin kuat, kami optimistis pertumbuhan ini berkelanjutan, bukan hanya untuk kinerja perusahaan, tapi juga untuk kontribusi yang lebih besar terhadap ketahanan pangan nasional,”ujar Rahmad lewat keterangan tertulis, Selasa(14/7/2026).

Mentan Andi Amran Sulaiman saat menghadiri dan meninjau langsung pelepasan ekspor perdana produk urea PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui PT Pupuk Kalimantan Timur ke Australia di Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (14/5/2026). - (Kementan)

Perusahaan pelat merah itu juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan mencapai Rp59,67 triliun, tumbuh 51% dengan peningkatan EBITDA sebesar 140% menjadi Rp14,28 triliun. Tumbuhnya pendapatan Pupuk Indonesia seiring pertumbuhan volume produksi dan efisiensi biaya operasional yang sejalan dengan upaya transformasi dan bisnis perusahaan. 

Transformasi juga memperkuat daya tahan bisnis perusahaan melalui strategi yang memastikan kinerja perusahaan tetap adaptif dan berkelanjutan, meski di tengah dinamika ekonomi global. Perusahaan menerapkan diversifikasi sumber pendapatan dengan memperkuat kontribusi segmen non-subsidi dan produk non-pupuk, serta memperluas sumber pasokan dan skema kontrak bahan baku untuk meredam dampak volatilitas harga komoditas global terhadap struktur biaya. 

View this post on Instagram

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait