Nasional

Rano Karno: Tahun 2026, Masih Ada Warga Jakarta BAB Sembarangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, masih adanya praktik buang air besar sembarangan (BABS) di ibu kota harus menjadi perhatian serius. Ia menegaskan, tidak ada kata...

29 Juni 2026, pukul 04:47 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, masih adanya praktik buang air besar sembarangan (BABS) di ibu kota harus menjadi perhatian serius. Ia menegaskan, tidak ada kata terlambat bagi wilayah Jakarta untuk mengejar status bebas BABS atau Open Defecation Free (ODF).

“Ternyata pada tahun 2026, di Jakarta masih ada yang seperti itu. Jadi bagi saya, tidak ada kata terlambat,” kata Rano dalam Deklarasi ODF RW 12 Kelurahan Tomang, Jakarta Barat, Senin (29/6/2026).

Baca Juga

Rano mengungkapkan, masih ada kawasan di Jakarta yang belum memiliki fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) memadai. Salah satunya berada di belakang Bioskop Metropole.

“Di belakang Bioskop Metropole ada satu wilayah enggak punya MCK. Semuanya di kali,” ujar Rano.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menangani persoalan tersebut secara bertahap. Program ODF menjadi bagian dari upaya mewujudkan sanitasi total, menekan penyebaran penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan cacingan, mencegah stunting, serta meningkatkan kualitas hidup warga.

Sebuah wilayah dapat mendeklarasikan status bebas BABS apabila sedikitnya 500 kepala keluarga telah menggunakan fasilitas MCK sesuai standar.

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan, Kelurahan Tomang telah mendeklarasikan status ODF total. Di wilayah itu, pemerintah bersama kolaborator telah memfasilitasi tujuh MCK komunal.

“Target empat MCK komunal yang kami bangun. Kami mengajak para kolaborator. Lima kami bisa bangun dan dua revitalisasi. Total tujuh MCK komunal yang telah kami fasilitasi bersama,” kata Iin.

Iin menambahkan, seluruh 56 kelurahan di Jakarta Barat kini telah mendeklarasikan status ODF.

Bahaya Buang Air Besar Sembarangan bagi Kesehatan

Praktik buang air besar sembarangan (BABS) bukan sekadar persoalan kebersihan lingkungan, tetapi juga berisiko memicu berbagai penyakit menular. Kotoran manusia yang dibuang ke sungai, saluran air, atau lahan terbuka dapat mencemari sumber air dan lingkungan sekitar, sehingga menjadi media penyebaran bakteri, virus, maupun parasit penyebab penyakit.

Salah satu penyakit yang paling sering muncul akibat sanitasi buruk adalah diare. Penyakit ini masih menjadi penyebab utama gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak. Selain itu, lingkungan yang tercemar tinja juga meningkatkan risiko infeksi cacing usus, yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan menurunkan kondisi kesehatan masyarakat.

 

Loading... sumber : Antara
Lihat di situs asli

Berita terkait