REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pihak pengurus baru yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengaku tidak mengetahui asal-usul ratusan senjata yang ditemukan di lingkungan sekolah tersebut. Senjata itu ditemukan pada Juli lalu, dan baru ramai setelah dirilis Polrestro Jaksel pada Kamis (6/8/2026).
"Pengurus baru tidak mengetahui sama sekali keberadaan senjata itu sampai kami menemukannya. Bagaimana caranya masuk, siapa yang bertanggung jawab, kami juga tidak tahu. Yang mengelola dahulu adalah pengurus lama yang sudah kami berhentikan," kata kuasa hukum yayasan sekolah Hermawanto di lokasi, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga- Polri Didesak Usut Keberadaan 995 Senjata di Sekolah di Pondok Pinang
- 995 Senjata Ditemukan di Sekolah di Jaksel Terbilang Mematikan, Berikut Kronologi Penemuannya
- Terungkap, Pemilik 995 Senjata di Sekolah Yayasan Pondok Pinang
Dia mengatakan, seluruh akses ke dalam ruangan penyimpanan senjata itu sebelumnya dikuasai oleh pengurus lama yang telah diberhentikan. Pengurus yayasan saat ini, kata Hermawanto, baru mengetahui keberadaan ratusan senjata tersebut setelah melakukan penataan aset di lingkungan sekolah.
Hermawanto menjelaskan, kunci sejumlah ruangan sebelumnya berada di tangan pengurus lama. Sehingga pihak yayasan tidak memiliki akses untuk memeriksa isi ruangan tersebut.
"Beberapa lokasi kini telah dipasangi garis polisi sehingga pembukaannya sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik," ujar Hermawanto.
Selain ruangan tempat ditemukannya ratusan senjata, menurut dia, yayasan juga mengungkap adanya sebuah bunker di area sekolah yang hingga kini belum dibuka. Hal itu karena lokasi tersebut telah dipasangi police line.
Menurut Hermawanto, pengurus yayasan takut jika masih ada barang-barang berbahaya, termasuk senjata, yang tersimpan di dalam bunker tersebut. Maka dari itu, kata dia, yayasan telah meminta kepolisian agar segera melakukan pemeriksaan.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara