Nasional

Relawan Karhutla di Kalteng Meninggal, Sempat Dirawat Sesak Napas

Relawan pemadam kebakaran meninggal setelah berjuang memadamkan karhutla di Kobar Kalimantan Tengah.

31 Agustus 2026, pukul 07:34 WIB · dibaca 2 kali

Nasional Peristiwa Relawan Karhutla di Kalteng Meninggal, Sempat Dirawat Sesak Napas CNN Indonesia Senin, 31 Agu 2026 14:34 WIB Bagikan: URL berhasil disalin Relawan meninggal usai bekerja padamkan karhutla di Kalteng. (ANTARA FOTO/Auliya Rahman) Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang relawan pemadam kebakaran (damkar) yang juga berjuang memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Ahmadin alias Itam Madin meninggal dunia.

Ahmadin sempat menjalani perawatan imbas sesak napas di RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng).

Ahmadin merupakan relawan Damkar Huma Singgah Itah yang turut terlibat dalam penanganan karhutla di wilayah Kobar. Ia disebut sempat mendapat penanganan medis di rumah sakit setelah sesak napas karena terus berjibaku dengan asap sejak sepekan lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, kondisi Ahmadin kemudian memburuk. Ia mengembuskan napas terakhir pada Minggu (30/8) malam.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kobar, Dwi Agus Suhartono menjelaskan sebelumnya terdapat dua anggota Satgas Karhutla yang harus mendapatkan perawatan di RSUD Sultan Imanudin.

Lihat Juga :Orang Utan Pingsan di Tengah Kepungan Asap Karhutla Kalimantan

Namun, perjuangan Ahmadin berakhir setelah dinyatakan meninggal dunia, sementara satu petugas lainnya masih menjalani perawatan.

"Kepergian Ahmadin menjadi pukulan bagi keluarga, rekan sesama relawan, serta para petugas yang selama ini berjuang menangani karhutla," kata dia mengutip detikcom, Senin (31/8).

Ia menjelaskan di tengah musim kebakaran yang melanda sejumlah wilayah Kobar, para relawan harus bekerja dalam kondisi yang tidak mudah. Panas, asap, medan yang sulit dijangkau, hingga ancaman kesehatan menjadi bagian dari risiko yang harus mereka hadapi ketika berada di lapangan.

Bagi para petugas, tambah Agus, setiap titik api berarti pekerjaan berat yang harus segera dikendalikan agar tidak menjalar ke wilayah lain.

Lihat Juga :Rokok Diklaim Picu Karhutla 30 Hektare di Rohil Riau, Satu Tersangka

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/dal) Bagikan: URL berhasil disalin
Lihat di situs asli

Berita terkait