REPUBLIKA.CO.ID,FUJISAWA -- Saat ini, tempat itu hanyalah hamparan rumput. Namun segera, tempat itu akan menjadi lokasi masjid pertama di kota Jepang ini.
"Hal itu membuat saya khawatir tentang bagaimana komunitas kita mungkin akan berubah," kata Noriko Izumizawa, seorang warga (resident) lama, dikutip dari laman BBC, Selasa (28/7/2026)
Baca Juga- Prodi Teknologi Pangan UM Bandung Sesuaikan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri
- Mentan Ungkap Lima Strategi Hadapi El Nino
- Pohon Tumbang Rusak Lima Ruang Kelas SDN Sendangmulyo 3 Semarang
Rencana pembangunan tempat ibadah Islam di Fujisawa, sebuah kota tepi laut yang tenang sekitar satu jam perjalanan ke selatan Tokyo, telah memicu berbagai macam emosi.
Ada kemarahan dan ketakutan, serta harapan dan penerimaan, yang menunjukkan kecemasan yang semakin meningkat atas imigrasi dan perubahan sosial saat Jepang bergulat dengan kekurangan tenaga kerja akibat populasi yang menyusut dan menua.
Meskipun imigrasi tetap sensitif secara politik dan bersifat restriktif, Jepang semakin bergantung pada pekerja asing untuk mengisi lowongan pekerjaan. Itu berarti masuknya imigran dengan berbagai budaya, bahasa, agama, dan cara hidup.
Jadi, perdebatan yang terjadi di kota-kota seperti Fujisawa di seluruh negeri adalah perdebatan yang menyentuh inti bagaimana Jepang memandang dirinya sendiri.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika