Nasional

Republika: ESG Jangan Sekadar Jadi Laporan Tahunan Perusahaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Republika mendorong perusahaan membuktikan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat, bukan sekadar mencantumkannya dalam laporan tahunan. Pemimpin Redaksi...

19 Oktober 2026, pukul 05:11 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Republika mendorong perusahaan membuktikan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat, bukan sekadar mencantumkannya dalam laporan tahunan. Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin menegaskan, keberhasilan agenda keberlanjutan harus diukur dari perubahan yang dihasilkan, mulai dari perbaikan lingkungan hingga perlindungan pekerja dan transparansi perusahaan.

Andi menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berulang meski telah berlalu lebih dari satu dekade sejak bencana serupa menjadi perhatian publik. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa komitmen menjaga lingkungan perlu diterjemahkan menjadi tindakan konkret agar kerusakan tidak terus berulang dan dampaknya tidak semakin meluas.

“ESG seharusnya bukan sekadar laporan. Bukan sekadar target, bukan sekadar kata-kata yang bagus dalam annual report,” kata Andi saat membuka ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Dia mencontohkan pemberitaan Republika tentang karhutla di Riau 11 tahun lalu, ketika seorang anak berseragam sekolah harus mengayuh sepeda di tengah kabut asap. Dampak kerusakan lingkungan, menurut dia, juga terlihat dari kematian orang utan bernama Sempurna di Ketapang, Kalimantan Barat, pada 30 Agustus lalu. Hasil pemeriksaan menemukan kerusakan paru-paru yang diduga kuat berkaitan dengan paparan asap.

Andi mempertanyakan perubahan yang telah dicapai setelah persoalan lingkungan berulang selama bertahun-tahun. Dia mengingatkan, penerapan ESG semestinya mampu memberikan hasil yang dapat dirasakan, bukan berhenti pada pernyataan komitmen atau pemenuhan administrasi perusahaan.

“ESG harus menjawab pertanyaan sederhana: Apa yang berubah ketika kita hadir? Apakah lingkungan menjadi lebih baik? Apakah masyarakat menjadi lebih kuat? Apakah pekerja lebih terlindungi? Apakah perusahaan lebih transparan dan bertanggung jawab?” ujarnya.

Andi menilai, praktik keberlanjutan yang berdampak tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar. Dia menyinggung Rosita, perempuan yang menggunakan uangnya sendiri untuk memulihkan lahan kritis di Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Berawal dari lahan sekitar 2.000 meter persegi, upaya yang dilakukan selama puluhan tahun itu berkembang menjadi kawasan hutan seluas sekitar 30 hektare.

Kisah tersebut menunjukkan pentingnya konsistensi dan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan. Bagi Andi, upaya keberlanjutan juga perlu memperhatikan manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat serta kemampuan untuk mempertahankan dan menyebarluaskan praktik baik.

Melalui ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 bertema Inspiring Impact, Republika mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, investor, akademisi, dan organisasi masyarakat. Forum tersebut dirancang untuk membahas arah kebijakan keberlanjutan, termasuk standar keberlanjutan, kepatuhan hak asasi manusia, dan rantai pasok hijau.

Republika juga menyelenggarakan ESG NOW Awards 2026 melalui kategori Government Track dan Corporate Track. Pada kategori pemerintah daerah, penghargaan mencakup inovasi pengelolaan sampah terpadu, energi terbarukan, tata kelola hutan, dan pariwisata berkelanjutan.

Sementara itu, kategori korporasi mengapresiasi perusahaan yang mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi inti bisnis, termasuk melalui dekarbonisasi, ekonomi sirkular, pemberdayaan masyarakat, transparansi pelaporan, dan kepatuhan HAM.

Andi berharap penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga mendorong lebih banyak institusi menerapkan praktik keberlanjutan yang terukur. Penyebarluasan praktik baik dan kolaborasi lintas sektor diharapkan memperkuat akuntabilitas perusahaan sekaligus memastikan agenda ESG menghasilkan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Lihat di situs asli

Berita terkait