REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Merespons munculnya gerakan Boti Hunter, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat meminta masyarakat tidak melakukan tindakan anarkis terhadap mereka yang memiliki perilaku LGBT. MUI mengajak agar mereka mendapatkan pembinaan sehingga terhindar dari perilaku tersebut.
"Ya mungkin niatnya bagus, tetapi caranya yang mungkin kurang elok. Kita negara hukum, kita negara hukum yang berdaulat. Saya pikir belum saatnya memakai tindakan-tindakan anarkis seperti itu," ucap Ketua MUI Jawa Barat KH Anang Abdussalam, Kamis (9/7/2026).
Baca Juga- Pelatih Mesir Tuding FIFA Ingin Lionel Messi Terus Bertahan di Piala Dunia 2026
- Adakah Hubungan Penggeledahan di Restoran de Clan dengan Penguntitan Jampidsus? Ini Jawaban Polda
- Dua Surat Maharaja Sriwijaya kepada Dua Khalifah Ungkap Jejak Awal Hubungan dengan Dunia Islam
Ia menyarankan agar dilakukan pembinaan terhadap pihak-pihak yang memiliki perilaku tersebut. Dengan begitu, diharapkan mereka tidak semakin tersakiti.
"Saran dari kami, mereka saudara kita. Mereka hanya terkena penyakit, mereka butuh kasih sayang dan perhatian lebih. Mereka butuh pembinaan," kata dia.
Ia mengatakan perilaku LGBT akan menimbulkan azab atau bencana jika terus dibiarkan. Oleh karena itu, menurut dia, persoalan tersebut perlu ditangani bersama.
View this post on Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika