Nasional

Ribuan Warga Mengungsi Usai Gempa Besar di NTT, Puluhan Fasilitas Umum Rusak Berat

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat sementara 14 orang, Sabtu (15/8/2026) sore. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, sebanyak 2.000 warga...

15 Agustus 2026, pukul 08:29 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat sementara 14 orang, Sabtu (15/8/2026) sore.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, sebanyak 2.000 warga juga mengungsi akibat gempat bumi berskala magnitudo 7,7 tersebut. Puluhan fasilitas umum seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, dan pergudangan pangan pun mengalami rusak berat.

Baca Juga

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, dari pendataan sementara korban, sampai Sabtu (15/8/2026) sore, mayoritas korban meninggal dunia berada di Kabupaten Manggarai dengan jumlah korban enam orang.

Di Kabupaten Sikka, tercatat tiga warga yang meninggal dunia. Sementara, lima korban meninggal lainnya ada di Kabupaten Manggarai Timur. “Korban luka berat tercatat dua orang dan 11 orang mengalami luka-luka ringan,” kata Berton melalui siaran pers resmi BNPB, Sabtu (15/8/2026).

Korban luka-luka itu tercatat di Kabupaten Sikka, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, dan Manggarai Timur. “Data-data ini masih sementara dan masih dapat terus berubah seiring proses verifikasi dan validasi oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan unsur terkait,” kata Berton.

Selain korban jiwa, kata Berton, data sementara juga mencatat ribuan warga yang mengungsi akibat gempa bumi yang terjadi tadi pagi.

“Sekitar 2.000 warga melakukan pengungsian dan evakuasi mandiri,” ujar dia. Warga yang merasakan gempa keras, kata Berton terpaksa mengungsi dengan kesadaran sendiri menyusul munculnya peringatan tsunami pascagoncangan 7,7 SR tersebut.  

View this post on Instagram

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait