REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Rasulullah SAW mengisahkan tentang manusia terakhir yang keluar dari neraka dan masuk surga. Dalam hadisnya, Nabi menjelaskan besarnya rahmat Allah SWT yang dianugerahkan kepada orang tersebut hingga memperoleh kenikmatan yang melampaui bayangannya.
Karena keagungan rahmat Allah, orang yang terakhir keluar dari neraka itu mendapatkan penghormatan dan kenikmatan yang melampaui khayalan. Bahkan orang tersebut takjub dengan pemberian Allah kepadanya sampai ia mengira bahwa Rabbnya mengolok-oloknya (Maha Suci Allah dari melakukan hal itu) ketika memberikan kemurahan dan karamah-Nya kepada manusia terakhir yang keluar dari neraka.
Baca Juga- BSI Incar Lonjakan Dana Tabungan Haji, Ini Strateginya
- Petinggi KPK Setuju dengan Mahfud MD, Ada Masalah dalam Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejaksaan
- Pembayaran Sertifikasi Halal di Bank Muamalat Naik 30,9 Persen hingga Juni 2026
Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam Jinanul Khuldi, Naimuha wa Qushuruha wa Huruha menjelaskan bahwa di dalam kitab Jami'ul Ushul, Ibnu Atsir mengumpulkan riwayat-riwayat hadis tersebut. Di dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Saya sungguh mengetahui orang yang terakhir keluar dari neraka, seorang laki-laki keluar darinya dengan merangkak lalu dikatakan kepadanya, 'Pergi dan masuklah ke dalam surga!'"
Nabi Muhammad SAW melanjutkan, "Maka ia pun pergi dan masuk ke dalam surga, namun ia mendapati manusia telah menempati tempat mereka masing-masing."
"Lalu dikatakan kepadanya (orang terakhir yang keluar dari neraka), 'lngatkah kamu saat masih tinggal di dunia?' la menjawab, 'Ya,' Lalu dikatakan lagi, 'Berangan-anganlah!'"
"Maka ia pun berangan-angan, lalu dikatakan kepadanya, 'Bagimu apa yang kamu angankan dan sepuluh kali lipat dunia.'"
Infografis Tujuh Golongan Manusia tak Dipandang Allah di Hari Kiamat - (Dok Republika)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika