REPUBLIKA.CO.ID, GROBOGAN -- Suara belajar masih terdengar dari lingkungan SD Negeri Tanggirejo, Kabupaten Grobogan, meski sebagian ruang kelas tak lagi dapat digunakan. Atap salah satu ruang kelas yang ambruk sejak Januari 2026 dan kembali mengalami kerusakan pada April memaksa sekolah mengubah pola pembelajaran.
Demi menjaga keselamatan siswa, kegiatan belajar mengajar kini dilakukan secara bergiliran dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih layak, ruang yang disekat, hingga musala sebagai kelas darurat. Kondisi tersebut menjadi potret perjuangan sekolah mempertahankan proses pendidikan di tengah keterbatasan sarana.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara Foto