REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kemarau mengubah wajah Bendung Katulampa. Deru air yang biasanya mengalir deras kini berganti hamparan batu-batu sungai yang muncul ke permukaan. Di sejumlah titik, aliran Sungai Ciliwung tampak menyempit, sementara sebagian dasar sungai yang selama ini tertutup air terlihat jelas.
Penyusutan debit air di Bendung Katulampa mulai terasa sejak memasuki musim kemarau pada awal Juli 2026. Berkurangnya curah hujan di kawasan hulu Sungai Ciliwung, terutama wilayah Puncak dan Bogor, membuat tinggi muka air (TMA) terus menurun hingga berada di kisaran 10 sentimeter atau level normal (Siaga 4).
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Republika