Nasional

Saat Kandidat Kongres Hindari AIPAC, Bagaimana Gaza Ubah Cara Pandang Pemilih AS?

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Komite Urusan Publik Amerika-Israel (AIPAC) tidak lagi mampu mengendalikan kotak suara Amerika Serikat seperti pada beberapa dekade sebelumnya. Kini, para kandidat politik justru menghindari keterkaitan dengan organisasi tersebut dan...

12 Agustus 2026, pukul 03:31 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Komite Urusan Publik Amerika-Israel (AIPAC) tidak lagi mampu mengendalikan kotak suara Amerika Serikat seperti pada beberapa dekade sebelumnya.

Kini, para kandidat politik justru menghindari keterkaitan dengan organisasi tersebut dan menolak menerima dananya karena khawatir memicu kemarahan pemilih yang semakin bersimpati kepada Palestina setelah perang di Jalur Gaza.

Baca Juga

Pada Februari 2026, lobi pro-Israel AIPAC menghabiskan lebih dari 2 juta dolar AS dalam pemilihan pendahuluan di negara bagian New Jersey untuk menggulingkan anggota DPR dari Partai Demokrat, Tom Malinowski.

Menurut laporan Aljazeera,dikutip Rabu (12/8/2026) berjudul Bagaimana AIPAC Berusaha Beradaptasi dengan Dampak Perang Gaza Menjelang Pemilu?, Malinowski sebenarnya bukanlah tokoh yang anti-Israel.

Namun, kampanye AIPAC berhasil menjatuhkannya setelah ia melewati salah satu "garis merah" organisasi tersebut, yakni dengan membuka kemungkinan pembatasan bantuan Amerika Serikat kepada Israel.

Meski demikian, kekalahan Malinowski justru membuka jalan bagi kemenangan aktivis progresif Analilia Mejia untuk memperoleh kursi di DPR. Mejia merupakan tokoh yang menyebut tindakan Israel di Jalur Gaza sebagai genosida.

Apa yang terjadi di New Jersey bukanlah peristiwa yang terisolasi atau muncul secara tiba-tiba.

Namun, peristiwa tersebut memperlihatkan tantangan yang kini dihadapi salah satu kelompok lobi politik paling kuat di Washington, setelah perang Gaza mendorong semakin banyak warga Amerika bersimpati kepada Palestina, bukan Israel, sebagaimana terlihat dalam berbagai jajak pendapat.

Perubahan ini terlihat jelas di Partai Demokrat. Sekitar dua pertiga anggota partai tersebut kini lebih dekat kepada posisi yang mendukung Palestina, dan banyak di antara mereka bahkan menggambarkan apa yang terjadi di Gaza sebagai genosida.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait