Nasional

Safari Dakwah PCI Muhammadiyah Bahas Harmoni Iman Muslim Indonesia di Jepang

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo Muhammad Al Aula mengatakan menjaga harmoni di tanah rantau mengharuskan WNI dapat beradaptasi dengan budaya lokal, menghormati hukum setempat, dan...

12 Agustus 2026, pukul 10:12 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo Muhammad Al Aula mengatakan menjaga harmoni di tanah rantau mengharuskan WNI dapat beradaptasi dengan budaya lokal, menghormati hukum setempat, dan aktif membangun komunikasi yang baik dengan sesama perantau maupun warga sekitar.

"Dalam kehidupan diaspora Muslim di Jepang, kebutuhan akan ibadah serta mengedepankan akhlak yang baik harus mampu berjalan seiringan dalam kehidupan di tengah warga Jepang,” ujar Al Aula saat pembukaan Tabligh Akbar Safari Dakwah yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muhammadiyah Jepang dan Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Tokyo di Balai Indonesia, Ahad (9/8/2026).

Baca Juga

Kegiatan ini menghadirkan penceramah, Asisten Divisi Fatwa Majelis Tarjih & Tajdid PP Muhammadiyah Ustadz Nur Fajri Romadhon. Menurutnya, menetap di negeri minoritas Muslim tentu ada banyak hal yang harus mampu disesuaikan agar dapat hidup berdampingan bersama dalam kehidupan sehari-hari bersama warga Jepang.

Menjaga ketertiban, mengikuti aturan dan menjaga kebersihan di mana pun berada adalah keseharian warga Jepang yang semestinya juga bukanlah hal asing bagi umat Muslim sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

"Warga Jepang di sekitar kita tentu akan melihat apa yang kita lakukan dan kenakan. Jika kita mengenakan busana yang menunjukkan identitas keislaman tentu harus kita jaga dengan bersikap sesuai ajaran Islam," katanya.

Menurutnya, proses komunikasi baik langsung maupun tidak langsung harus mampu dibangun dengan menjaga citra keislaman Indonesia yang positif dan dapat diterima dengan baik di tengah warga Jepang, termasuk dalam hal beribadah.

"Sholat lima waktu adalah wajib dilakukan di mana pun kita berada, namun tetap menyesuaikan dengan keadaan dan situasi dan kondisi di mana kita berada. KBRI Tokyo senantiasa memberikan dukungan terhadap segenap aktivitas dari komunitas WNI di Jepang," ujar Al Aula.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait