REPUBLIKA.CO.ID,
Pengalaman ini memperkuat kemampuan mahasiswa menciptakan solusi kreatif.
JAKARTA -- Limbah organik rumah tangga yang selama ini kerap berakhir di tempat sampah, ternyata dapat diubah menjadi produk ramah lingkungan yang bernilai guna bahkan berpotensi menghasilkan nilai ekonomi.
Inilah yang menjadi fokus kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) EcoWorth Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis.
Tim PKM-PM EcoWorth menggelar pelatihan pemanfaatan eco enzyme bagi 17 anggota PKK RW 012 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan berlangsung pukul 16.00–18.00 WIB dan bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus memiliki potensi ekonomi.
Program ini diinisiasi Tim PKM-PM EcoWorth yang diketuai Nazwa Syifa Fitriani, bersama anggota Raka Muhammad Setia, Shahnaz Hafiza Bilqis, dan Nasywan Abhinaya, di bawah bimbingan dosen pendamping Johan Hendri Prasetyo.
Dalam pelatihan, peserta mendapatkan edukasi mengenai konsep eco enzyme, manfaatnya bagi lingkungan, proses pembuatan dari limbah organik rumah tangga, hingga berbagai peluang pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, peserta diajak memahami praktik pengolahan sampah organik yang berkelanjutan agar dapat diterapkan secara langsung di lingkungan rumah tangga.
Ketua Tim PKM-PM EcoWorth, Nazwa Syifa Fitriani menjelaskan, pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik yang bertanggung jawab.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin mengajak masyarakat melihat limbah organik sebagai sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan,’’ kata Nazwa.
Eco enzyme menjadi salah satu solusi sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga untuk mengurangi sampah organik dan memiliki potensi ekonomi jika dikembangkan menjadi produk yang dapat digunakan maupun dipasarkan masyarakat.
‘’Harapan kami, ibu-ibu PKK dapat menjadi agen perubahan dalam pengelolaan limbah yang lebih produktif dan berkelanjutan,” ujar Nazwa.
Menurutnya, eco enzyme dapat dimanfaatkan sebagai cairan pembersih alami, pupuk organik cair, hingga bahan pendukung untuk berbagai kebutuhan rumah tangga yang lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, dosen pendamping PKM-PM EcoWorth, Johan Hendri Prasetyo menegaskan, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Program PKM-PM EcoWorth menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
‘’Melalui pendekatan edukasi dan pemberdayaan, kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan kesadaran lingkungan juga mendorong terciptanya peluang ekonomi berbasis keberlanjutan. Kami berharap dampak positif program ini dapat terus berkembang di tengah masyarakat,” jelasnya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Program Studi Bisnis Digital UNM, Lia Mazia, yang menilai program tersebut mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam menghadirkan solusi inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurut dia, PKM-PM EcoWorth menunjukkan mahasiswa Bisnis Digital tidak hanya memiliki kompetensi di bidang teknologi dan bisnis, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
‘’Kami berharap pengalaman ini memperkuat kemampuan mahasiswa menciptakan solusi kreatif, adaptif, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat di era digital,” ungkapnya dalam rilis yang dikutip Jumat (26/6/2026).
Di sisi lain, antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan berlangsung. Para anggota PKK aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait proses pembuatan eco enzyme serta peluang pengembangannya sebagai produk bernilai ekonomi.
Ketua PKK RW 012 Cipinang Melayu, Ive Sulistiah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut. Kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi anggota PKK mengenai cara memanfaatkan limbah organik yang selama ini sering terbuang.
‘’Kami sangat menyambut program ini karena tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, juga berpotensi meningkatkan keterampilan dan nilai ekonomi keluarga. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh warga,” tuturnya.
Melalui program EcoWorth, UNM kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya berbasis ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan, menciptakan lingkungan yang lebih sehat, sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan limbah organik yang selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal.
Ikuti Whatsapp Channel Republika