Santriwati Ma'had Al-Abqari Indonesia menyampaikan solidaritas kepada para santriwati Pesantren Hamalatul Qur'an, Sukoharjo, Jawa Tengah, menyusul penggeledahan dan pemeriksaan oleh aparat kepolisian pada 27 Oktober 2026 dini hari.
Santriwati Ma'had Al-Abqari mendesak dugaan intimidasi dan pelanggaran prosedur dalam peristiwa tersebut diusut secara transparan serta meminta perlindungan terhadap kehormatan, keselamatan, dan hak pendidikan para santriwati.
Baca Juga- Jangan Takut Mendunia, Mahasiswa Harus Berani Bersaing!
- Dahnil: Warga Non-Muslim Bisa Jadi Petugas Haji
- Marc Marquez Juara GP Malaysia, Persaingan Gelar MotoGP 2026 Masih Berlanjut
Berikut ini pernyataan sikap Santriwati Ma'had Al-Abqari Indonesia yang dipublikasikan akun Instagram @pesantrenalabqari pada Ahad (1/11/2026)
"Bismillahirrahmanirrahim. Kami, santriwati Ma'had Al-Abqari, menyampaikan keprihatinan mendalam dan solidaritas kepada saudari-saudari kami, para santriwati Pesantren Hamalatul Qur'an, Sukoharjo, Jawa Tengah, atas peristiwa penggerebekan dan pemeriksaan oleh aparat kepolisian pada tanggal 27 Oktober 2026."
"Hati kami tersentak mendengar laporan tentang santriwati yang ketakutan saat penggeledahan berlangsung pada dini hari, serta dugaan intimidasi dan perlakuan yang merendahkan kehormatan muslimah."
"Kami adalah santriwati. Kami memahami bagaimana berharganya rasa aman, kehormatan, dan ketenangan dalam menuntut ilmu serta menghafalkan Alquran."
"Kami menghormati kewenangan aparat untuk menegakkan hukum. Namun, penegakan hukum tidak boleh mengabaikan kemanusiaan, merampas rasa aman anak-anak, ataupun merendahkan martabat perempuan."
"Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, 'Jadilah kalian penegak keadilan.' (QS An-Nisa Ayat 135). Atas dasar itu, kami menyampaikan sikap. Pertama, kami mengecam setiap tindakan intimidasi, kekerasan, atau perlakuan tidak manusiawi terhadap santriwati, apabila dugaan tersebut terbukti benar."
"Kedua, kami mendesak agar dugaan pelanggaran prosedur dalam penggeledahan dan pemeriksaan diusut secara transparan, independen, dan bertanggung jawab."
"Ketiga, kami menuntut perlindungan terhadap kehormatan, keselamatan, hak-hak hukum, dan kondisi psikologis para santriwati, terutama mereka yang masih di bawah umur."
"Keempat, kami menyerukan agar hak pendidikan para santriwati segera dipastikan keberlangsungannya, serta nama baik mereka dilindungi dari tuduhan tanpa bukti."
"Kelima, kami mengajak para ulama, pengasuh pesantren, santri, orang tua, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawal keadilan melalui langkah-langkah yang damai dan sesuai hukum."
"Wahai para pemimpin dan penegak hukum, tegakkanlah hukum dengan keadilan, lindungilah anak-anak dengan kasih sayang, hormatilah kehormatan perempuan, dan jangan biarkan kewenangan berubah menjadi ketakutan bagi mereka yang seharusnya dilindungi."
"Kepada saudari-saudari kami di Hamalatul Qur'an, kalian tidak sendirian, kami merasakan kesedihan kalian, kami mendoakan keselamatan dan keteguhan kalian, kami berdiri bersama kalian dalam menuntut keadilan."
"Wahai seluruh santri dan umat Islam, mari bersatu membela hak setiap orang yang mengalami kezaliman, menjaga kehormatan kaum muslimah, dan memastikan pesantren tetap menjadi tempat yang aman untuk menuntut ilmu serta menghafalkan Alquran."
"Bela santri, jaga kehormatan muslimah, tegakkan keadilan, lindungi generasi penghafal Alquran. Takbir! Allahu Akbar!"
"Santri Ma'had Al-Abqari Indonesia, 31 Oktober 2026"
Ikuti Whatsapp Channel Republika