REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku ikut memantau peristiwa yang terjadi antara petugas satuan pengamanan (satpam) dengan pengendara mobil Toyota Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang viral di media sosial. Ia menilai, aksi yang dilakukan satpam itu sudah sesuai.
Pramono mengungkapkan telah melihat sejumlah rekaman CCTV untuk mendapatkan gambar jelas perihal kronologi peristiwa yang terjadi pada Rabu (22/7/2026) siang itu.
Baca Juga- Ini Alasan Dedi Mulyadi Berikan Hadiah Sampai Rp 50 Juta Bagi Warga yang Tangkap Begal
- Bangunan SDN di Indramayu Ambruk, Guru Sebut Sejak 1976 tak Tersentuh Bantuan
- Dulu Dicap Otoriter, Orban Kini Tuding Pemerintahan Baru Bangun Tirani
Setelah mengetahui kronologi penyebab aksi pemukulan mobil Alphard yang menerobos lampu lalu di pelican crossing, ia menilai satpam itu tidak perlu diberikan sanksi berupa pemecatan.
"Yang pertama adalah untuk nasibnya satpam, saya akan meminta untuk tidak dipecat atau diberhentikan. Bahkan yang bersangkutan sebenarnya malah menjalankan tugas dengan baik sekali," kata dia di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Menurut politisi PDIP itu, pengemudi mobil Alphard adalah pihak yang pertama melakukan pelanggaran lalu lintas. Alhasil, satpam yang hendak menyeberang di pelican crossing melakukan pemukulan ke kaca mobil karena kesal.
"Terlihat bahwa mobil Alphard itulah yang kemudian melanggar," kata dia.
Pramono juga menggaku mendapatkan informasi bahwa pelat nomor yang digunakan oleh mobil Alphard itu palsu. Karena itu, ia menilai, pengemudi mobil itu yang selayaknya diberikan sanksi.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika