REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Siber (Satsiber) TNI membuka rekrutmen prajurit dari perwira hingga bintara. Pada 2025, total rekrutmen sebanyak 50 personel.
"(Kuota tahun ini) masih dirumuskan oleh Spers TNI ya," kata Kepala Satsiber TNI Brigjen Juinta Omboh (JO) Sembiring di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (24/8/2026).
Baca Juga- Sjafrie Undang Angkatan Bersenjata China Latihan Heping Garuda Bersama TNI
- Jenderal Gatot Ingatkan Meritrokasi Ditegakkan, TNI Dipimpin Orang Berprestasi
- Rem Bermasalah, Sukhoi Su-30 MK2 Tergelincir Keluar Landasan
Menurut dia, tim Satsiber TNI sudah mendata sejumlah kampus yang potensial untuk direkrut. Baik mahasiswa S2 dan S1, serta siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bisa bergabung menjadi prajurit Satsiber TNI.
"Kemudian itu kita cek apa kemampuan yang dia miliki, sertifikasinya apa. Setelah sertifikasi dia portofolionya apa, pengalaman kerja ada tidak. Semua, semua kita seleksi, kita cek. Spotting, habis itu nanti kita ada pentahapan seleksi baik kemampuan secara akademik maupun secara keterampilan," kata Sembiring.
Menurut dia, untuk rekrutmen S1 dan S2 bakal mendapatkan pangkat Letnan Dua (Letda) ketika lulus pendidikan. Mereka bakal mengikuti pendidikan seperti Perwira Prajurit Karier (Pa PK) Siber. Adapun lulusan SMK jika lolos rekrutmen bakal berpangkat Sersan Dua (Serda). Sembiring memastikan, pendidikan personel Satsiber TNI lebih pendek dari pendidikan prajurit reguler.
"Iya, kayak kemarin yang mereka hanya satu bulan dididik tahun lalu. Nanti tapi terus dievaluasi lah oleh Spers untuk pendidikannya. Yang pasti kami harus mendeteksi bagaimana mental ideologi dia, eh kejuangan dia, itu harus kuat, termasuk psikologi dia. Ini mungkin yang menjadi syarat utama. Selain dari kemampuan teknis tadi," ujar Sembiring.
Dia melanjutkan, ketika proses rekrutmen dibuka, jajarannya bakal menyebarkan dan undangan ke sejumlah komunitas dan kampus. Pada tahun lalu, Satsiber TNI menyeleksi sekitar 2.000 pendaftar untuk kuota 50 prajurit.
"Nanti kita asesmen dulu. Yang masuk asesmen mengikuti pentahapan-pentahapan, kita evaluasi terus. Baru nanti, kecuali yang lomba ini dia langsung masuk ke pusat nanti," kata Sembiring. Dia melanjutkan, pemenang Cyber Competition 2026 "Rise The Ranger II" yang tertarik bergabung TNI juga bisa direkrut.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika