Nasional

Satu Abad Kawah Kereta Api Kamojang, Warisan Panas Bumi yang Menerangi 260 Ribu Keluarga

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Uap panas yang keluar dari Kawah Kereta Api di Taman Wisata Alam (TWA) Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kontras dengan suhu dingin yang menyelimuti kawasan yang berada...

28 Juni 2026, pukul 03:37 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Uap panas yang keluar dari Kawah Kereta Api di Taman Wisata Alam (TWA) Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kontras dengan suhu dingin yang menyelimuti kawasan yang berada pada ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut itu. Sumur uap panas bumi tertua itu pertama kali dibor Belanda pada 1926. Artinya, Kawah Kereta Api tepat berusia satu abad atau 100 tahun.

Usai dibor Belanda, sumur panas bumi itu lalu dieksplorasi Pertamina pada 1974 yang dilanjutkan dengan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang pada 1983 yang kini dikelola PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE). Kamojang kini berkembang menjadi salah satu pusat pengembangan energi panas bumi nasional.

Baca Juga

“Panas bumi menjadi salah satu bukti nyata perjalanan panjang energi bersih Indonesia. Potensinya yang ditemukan di Kamojang pada 1926 kemudian dilanjutkan pengembangannya oleh Pertamina melalui operasional PLTP Kamojang sejak 1983,” kata Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron di PGE Area Kamojang.

Melalui lima unit PLTP yang beroperasi, Area Kamojang mengelola total kapasitas terpasang sebesar 235 megawatt (MW) yang mampu menerangi lebih dari 260.000 keluarga dengan pasokan listrik yang stabil setiap harinya tanpa bergantung pada sinar matahari, cuaca, atau bahan bakar fosil.

PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 1.932 MW, yang terbagi atas 727 MW yang dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE serta 1.205 MW yang dikelola dengan skema Kontrak Operasi Bersama (KOB). Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sekitar 70 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sekitar 10 juta ton per tahun.

“Angka ini membuktikan bahwa panas bumi merupakan sumber energi yang andal dan berkelanjutan,” ucap Baron.

Kawah Kereta Api di Kawasan Kamojang, Kabupaten Bandung Barat. Kawah yang pertama kali dibor Belanda lalu dikelola PT Pertamina untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) itu genap berusia satu abad tahun ini. - (Havid Al Vizki/Republika)

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait