REPUBLIKA.CO.ID, BREBES – Tiga korban pembacokan dalam satu keluarga di Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, harus menjalani operasi akibat luka serius. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes memastikan seluruh biaya pengobatan empat korban, termasuk seorang balita yang mengalami luka sayat, ditanggung pemerintah daerah.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyampaikan kepastian tersebut saat menjenguk para korban di RSUD Brebes, Rabu (14/10/2026). Keempat korban merupakan istri, ayah mertua, ibu mertua, serta anak balita terduga pelaku pembacokan.
Baca Juga- Penerima PKH di Brebes Makin Mandiri, Ribuan Keluarga Siap Jalani Graduasi
- 71,48 Hektare Sawah di Brebes dan Rembang Gagal Panen karena Kekeringan
“Korban pembacokan ada empat. Yang parah tiga, istri, ayah mertua, dan ibu mertua pelaku. Sedangkan anak balitanya mengalami sedikit luka sayatan. Ketiga korban saat ini sedang dalam tindakan operasi,” kata Paramitha dalam siaran pers, Jumat (16/10/2026).
Paramitha mengatakan, keluarga korban tergolong kurang mampu sehingga pemerintah daerah mengambil alih biaya pengobatan. Dengan demikian, keluarga tidak perlu menanggung biaya perawatan maupun tindakan operasi para korban. “Untuk biayanya, kami yang tanggung,” ujarnya.
Selain menanggung biaya pengobatan, Pemkab Brebes menawarkan bantuan perbaikan rumah kepada keluarga korban. Bantuan tersebut dipertimbangkan karena kondisi tempat tinggal keluarga dinilai tidak layak huni, meskipun mereka memiliki lahan sendiri.
“Mereka juga tinggal di rumah lepe-lepe, tapi memiliki lahan pribadi. Sehingga kami tawarkan untuk bantuan bedah rumah,” ungkapnya.
Istilah lepe-lepe dalam bahasa setempat merujuk pada kondisi rumah yang reyot. Bantuan bedah rumah tersebut masih berupa tawaran dari pemerintah daerah kepada keluarga korban.
Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Brebes Aris Suparmiati mengatakan, ketiga korban dewasa berada dalam kondisi sadar sebelum menjalani operasi. Luka paling serius dialami istri terduga pelaku yang mengalami retak tulang tengkorak akibat serangan di bagian kepala. “Mudah-mudahan operasi berjalan lancar dan mereka kembali sadar dengan kondisi yang lebih baik,” kata Aris.
Peristiwa pembacokan terjadi pada Selasa (13/10/2026) malam dan diduga dipicu pertengkaran rumah tangga. Berdasarkan keterangan awal kepolisian, ayah mertua yang berusaha mencegah pertengkaran dan istri yang mencoba melerai turut menjadi korban serangan.
Seorang balita yang saat kejadian berada dalam gendongan ibunya juga terkena sabetan senjata tajam di tangan. Warga kemudian membawa para korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Brebes untuk mendapatkan pertolongan medis.
Peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Brebes sekitar pukul 21.45 WIB. Terduga pelaku sempat melarikan diri menggunakan sepeda motor setelah kejadian.
Tim Resmob Satreskrim Polres Brebes kemudian menangkap terduga pelaku di wilayah Kota Tegal. Polisi turut menyita sebilah golok yang diduga digunakan dalam pembacokan, sementara penanganan kasus masih berlangsung di Polres Brebes.
Ikuti Whatsapp Channel Republika