REPUBLIKA.CO.ID, LEBANON SELATAN -- Satu prajurit IDF tewas terbunuh dan satu lainnya terluka dalam insiden yang disebut militer Israel sebagai "aktivitas operasional" di selatan Lebanon pada Rabu (24/6/2026). Dalam sebuah pernyataan pada Kamis (25/6/2026), pihak militer mengidentifikasi prajurit yang tewas itu adalah Sersan Kepala Basil Sweid (32), yang bertugas sebagai sopir.
Harian Yedioth Ahronoth mengutip pernyataan pihak militer yang mengatakan bahwa Basil tewas "dalam sebuah truk militer yang terguling di selatan Lebanon." Pihak militer Israel menambahkan, bahwa "dalam kecelakaan operasional itu, seorang prajurit IDF lainnya mengalami luka ringan."
Baca Juga- Katz Klaim tak Ada Permintaan AS Agar Israel Mundur dari Lebanon
- Perundingan Masih Alot, Beirut Tuntut Israel Tarik Pasukan dari Lebanon Selatan
- Menlu Rubio Tegaskan Urusan Lebanon Dibahas Terpisah dari Kesepakatan AS-Iran
Pada Rabu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz bersumpah bahwa angkatan bersenjata mereka tidak akan meninggalkan wilayah pendudukan di selatan Lebanon, "bahkan jika Amerika Serikat menuntut penarikan pasukan."
Israel terus memperluas wilayah pendudukannya di selatan Lebanon, beberapa peristiwa pencaplokan terjadi selama puluhan tahun dan pendudukan lainnya terjadi selama perang 2023-2024. Selama serangan terakhir, pasukan Israel terus maju sejauh 10 kilometer masuk ke wilayah Lebanon.
Sejak 2 Maret 2026, agresi Israel telah menewaskan lebih dari 4.000 warga Lebanon, dan melukai 12 ribu lainnya. Sekitar satu juta warga Lebanon juga dilaporkan terusir dari tempat tinggal mereka, menurut data dari pemerintah Lebanon.
View this post on InstagramLoading... Ikuti Whatsapp Channel Republika