REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Pemerintah Arab Saudi meluncurkan Package Visa, sebuah inisiatif digital yang mengintegrasikan penerbitan visa wisata dengan pemesanan paket perjalanan. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah wisatawan internasional dalam merencanakan perjalanan ke Kerajaan Saudi.
Program tersebut diluncurkan oleh Kementerian Luar Negeri bersama Kementerian Pariwisata Arab Saudi. Pada tahap awal, layanan tersedia melalui penyedia jasa perjalanan dan pariwisata yang telah memenuhi kualifikasi di sejumlah pasar internasional terpilih, sebelum diterapkan secara lebih luas.
Baca Juga- Delegasi dari Qatar, Saudi Hingga Presiden Irak Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei
- Ini Surah Alquran yang Diperdengarkan Delegasi Saudi di Depan Peti Mati Khamenei
- Penerbangan Haji dari Saudi Diupayakan tak Lagi Kosong, Kursinya untuk Turis Timur Tengah
Peluncuran Package Visa merupakan bagian dari strategi Saudi untuk menyederhanakan akses wisatawan asing. Sebelumnya, pemerintah telah menghadirkan sejumlah kemudahan, seperti tourist e-Visa, Visa on Arrival, dan Stopover Transit Visa.
Berbagai kebijakan tersebut turut mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Saudi. Sepanjang 2025, negara itu mencatat lebih dari 29 juta kunjungan wisatawan mancanegara.
Menteri Pariwisata Arab Saudi Ahmed Al Khateeb mengatakan, pemerintah ingin memastikan pengalaman wisatawan dimulai sejak proses perencanaan perjalanan.
"Kami ingin setiap perjalanan ke Saudi dimulai dengan pengalaman yang mudah, nyaman, dan tanpa hambatan. Package Visa merupakan langkah transformasional yang mengintegrasikan penerbitan visa dengan pemesanan paket perjalanan sehingga wisatawan dapat menikmati proses yang lebih sederhana dan terhubung sejak awal," kata Ahmed Al Khateeb, dikutip dari siaran pers, Selasa (7/7/2026).
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika