REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tampaknya sedang mengincar front perang baru seiring meredanya aksi pengeboman di Iran.
Perdana Menteri Israel tersebut dilaporkan telah mendekati Arab Saudi—melalui mediasi AS—untuk meminta izin bergabung dalam kampanye kerajaan itu melawan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman.
Baca Juga- Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Dikabarkan Ikut Ditangkap KPK
- Mamdani Ditentang Kelompok Sosialis, Menolak Pecat Kepala Polisi New York
- Pelarangan Hijab Bikin Retak Hubungan Azerbaijan-Turki
Namun pemimpin de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, menolak usulan Israel mengenai keterlibatan militer di Yaman.
"MBS justru khawatir akan reaksi negatif dari publik kerajaan jika Israel terlibat," demikian dilaporkan surat kabar Israel Haaretz dengan mengutip sumber-sumber diplomatik.
Sumber kedua yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada media tersebut bahwa Tel Aviv berharap kerja sama militer antara kedua sekutu AS itu akan memperkuat hubungan regional dengan Saudi. Kerja sama ini akan membuka jalan bagi kesepakatan normalisasi di masa depan.
Hubungan Saudi-Israel
Arab Saudi selama ini tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel, meskipun Presiden AS Donald Trump berulang kali mendorong kerajaan tersebut untuk menandatangani Kesepakatan Abraham (Abraham Accords) dalam beberapa bulan terakhir.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika