REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Generasi muda menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari persoalan ekonomi dan kemiskinan hingga disrupsi teknologi, kesenjangan pendidikan, pencemaran lingkungan, dan kesehatan mental. Di tengah berbagai tantangan tersebut, akses terhadap pendidikan dinilai belum cukup. Anak muda juga membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat.
Hal tersebut menjadi salah satu pendekatan yang dikembangkan PT SCG Indonesia melalui program SCG Sharing the Dream. Program yang telah berjalan selama 14 tahun itu tidak hanya memberikan bantuan pendidikan, tetapi juga mentoring, pelatihan keterampilan, pengalaman langsung melalui proyek komunitas, serta pengembangan kapasitas guru.
Baca Juga- Untuk Mahasiswa S1 dari Kampus Negeri, Beasiswa Ini tak Sekadar Tawarkan Uang Kuliah
- JAPFA Buka Program Beasiswa 2026, Peserta tak Hanya Dapat Dana Pendidikan
- Lebih dari 20 Seleb Inggris Gelar Lelang Amal Buat Beasiswa Mahasiswa Gaza
Presiden Direktur PT SCG Indonesia Pattaraphon Chartton mengatakan pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung Indonesia yang memiliki populasi muda cukup besar.
"Satu hal yang menurut kami SCG dapat dukung, sebagai mitra negara ini, adalah bagaimana kami membangun sumber daya manusia," kata Pattaraphon dalam media briefing SCG Sharing the Dream, Senin (11/8/2026).
Menurutnya, SCG berupaya menjembatani dunia pendidikan dengan keterampilan yang dibutuhkan generasi muda. Karena itu, penerima program tidak hanya mendapatkan dukungan finansial untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga pengalaman yang dapat mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja dan persoalan di masyarakat.
Sejak diluncurkan pada 2012, SCG Sharing the Dream telah memberikan dukungan kepada lebih dari 5.200 siswa dan mahasiswa. Total dukungan dana yang diberikan selama 14 tahun mencapai lebih dari Rp 22 miliar.
Program tersebut saat ini menjangkau sembilan wilayah, terutama daerah di sekitar operasional SCG, dengan sebagian besar berada di Jawa Barat. Para penerima beasiswa juga didorong menjalankan proyek bersama komunitas di daerah asal masing-masing.
Hingga kini, terdapat 12 proyek komunitas yang telah dijalankan dengan sekitar 7.600 anggota masyarakat menerima dampak positif dari program tersebut. Pattaraphon mengatakan pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya SCG mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Generasi muda tidak hanya diarahkan untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memahami isu lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG. Pendekatan tersebut, kata Pattaraphon, juga sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, terutama dalam aspek pembangunan modal manusia. Menurut dia, generasi muda yang memiliki kapasitas dan kepedulian terhadap lingkungan akan menjadi bagian penting dalam pembangunan Indonesia dalam jangka panjang.
Wakil Presiden Corporate Administration SCG Paramate Nisagronsen mengatakan generasi muda merupakan modal penting bagi masa depan ASEAN. Menurut dia, meski berasal dari latar belakang pendidikan dan kondisi sosial yang beragam, generasi muda di kawasan memiliki kepedulian terhadap masa depan dan lingkungan.
SCG, katanya, tahun ini memperkuat upaya untuk membangun "Green Active Generation". Generasi muda diharapkan tidak hanya memperoleh akses pendidikan, tetapi juga memiliki kesempatan menggunakan pengetahuan dan energinya untuk menghasilkan perubahan. Paramate menilai anak muda ASEAN memiliki karakter aktif dan semakin peduli terhadap persoalan yang dihadapi dunia, termasuk keadaan darurat iklim.
"Anak muda Asia sangat aktif, mereka mencintai negara mereka, optimistis dengan masa depan mereka, mereka memberikan banyak perhatian pada apa yang terjadi di seluruh dunia," katanya.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika