BANDUNG BARAT -- Musim penghujan segera tiba yang erat kaitannya dengan pohon tumbang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi pun sudah melakukan langkah antisipasi adanya pohon tumbang saat hujan disertai angin kencang.
Kepala Bidang Tata Lingkungan pada DLH Kota Cimahi, Agus Irwan Kustiawan mengatakan, Tim Tangkas Jagawana setiap hari melakukan pengecekan pohon-pohon di Kota Cimahi. "Untuk antisipasi, tiap hari Tim Konservasi DLH (Tangkas Jagawana) terus memonitor pohon yang dirasa rawan tumbang. Kami lakukan pengecekan kondisinya," kata Agus saat dikonfirmasi, Rabu (28/10/2026).
Baca Juga- Naskah Khutbah Jumat: Penyebab Terhalangnya Hujan
- Atap Masjid dan Rumah Warga di 3 Desa KBB Terbang Diterjang Angin Kencang dan Hujan Deras
- Hujan Guyur Bundaran HI, Massa Aksi Membubarkan Diri,
Penanganan pohon yang kondisinya masih sehat berdasarkan hasil pengecekan yang dituangkan dalam indeks kesehatan pohon (IKP) hanya akan dilakukan pemeliharaan dengan cara ditopping atau pemotongan seluruh pucuk pohon, cabang utama, atau batang besar dari bagian atas pohon yang sudah rimbun.
"Kami melakukan pemangkasan pohon-pohon yang terlalu rimbun. Kalau sekiranya sudah membahayakan, sudah miring atau keropos pohon ditegang. Tentunya setelah melalui pengecekan, IKP," ujar Agus.
Peristiwa pohon tumbang di Kota Cimahi sendiri sudah terjadi pada Sabtu (24/10/2026) siang di Kompleks KPAD Sriwijaya, Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah. Sebuah pohon besar yang diperkirakan sudah berusia 25 tahun lebih tiba-tiba tumbang meskipun saat ini tidak ada hujan maupun angin kencang.
Beruntung pohon itu tidak mengarah ke pemukiman sehingga tidak menimbulkan korban maupun kerusakan. Namun peristiwa itu menjadi peringatan untuk lebih bersiap menghadapi musim hujan yang sudah muncul tanda-tandanya.
"Penyebab mungkin ada pengeroposan akar dan batang. Mungkin kalau dugaan kami di masa lalau ada pembakaran di sekitar bawah pohon yang merusak akar dan batang," kata Agus.
Ketua Tim Meteorologi dan Klimatologi Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Muhamad Iid Mujtahiddin menungkapkan, saat ini sedang memasuki musim peralihan dari kemarau ke hujan. "Hujan Lebat atau ekstrem atau ada angin kencang, angin puting beliung atau juga hujan es ini bisa terjadi selama masa transisi. Bisa dibilang masuk peralihan musim dan tidak ada batasan. Musim hujan dirpediksi dasarian dua bulan November ini," ungkap Iid.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika