REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) mengungkapkan fenomena Perguruan Tinggi Swasta (PTS) kehilangan mahasiswanya setelah mereka dinyatakan lolos seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Kondisi itu menyebabkan sebagian PTS rawan mengalami gulung tikar.
Ketua Umum Aptisi Budi Djatmiko membenarkan kabar mahasiswa yang sudah mendaftar di PTS justru beralih ke PTN. Hal itudilakukan setelah mereka dinyatakan lolos seleksi jalur mandiri.
Baca Juga- Universitas Nusa Mandiri Dorong UMKM PKK Cipinang Melayu Go Digital
- Universitas Terbuka Gelar PKM Internasional di Malaysia, Dorong Nasionalisme dan Literasi AI
- QS WUR Nobatkan Kampus Muhammadiyah Ini Jadi Universitas Islam Terbaik di Indonesia
"Fenomena ini bukan lagi sekadar isu, melainkan fakta di lapangan yang sedang dikeluhkan secara masif oleh anggota kami Aptisi saat rapat kerja minggu lalu di Bandung," kata Budi kepada Republika di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Budi menyebut, beberapa wilayah Aptisi mencatat ekspansi jalur mandiri PTN membuat PTS kehilangan 30 hingga 40 persen calon mahasiswa baru mereka. Dia pun menyinggung status PTN-BH yang kuota jalur mandirinya bisa mencapai 50 persen sangat merugikan kampus swasta.
"Banyak calon mahasiswa yang sudah membayar uang registrasi awal di PTS, akhirnya mengundurkan diri karena di tengah jalan diterima di jalur mandiri PTN yang masa pendaftarannya sering kali molor hingga bulan Agustus atah September," ujar Budi.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika