JAKARTA -- Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Perkuat Kolaborasi Global melalui Seminar Nasional dan International Conference UMJ 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai institusi yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Multidisciplinary Collaboration for Global Sustainability: Integrating Innovation, Society and Culture Toward Sustainable Development Goals 2030”. Kegiatan tersebut mengintegrasikan empat forum ilmiah, yakni Seminar Nasional Penelitian (SEMNASLIT), Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat (SEMNASKAT), International Conference on Engineering, Applied Science and Technology (ICEAST), serta International Conference on Community Services for Applied Science and Technology (ICCSAST).
Penyelenggaraan tahun ini mencatat sebanyak 534 artikel ilmiah, terdiri atas 423 artikel nasional dan 111 artikel internasional. Capaian tersebut menunjukkan tingginya partisipasi akademisi dalam mendiseminasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperluas jejaring keilmuan di tingkat nasional maupun internasional.
Wakil Rektor I Prof. Dr. Muhammad Hadi, S.K.M., M.Kep., mengatakan kegiatan ini merupakan momentum untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghubungkan pengembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan membutuhkan kerja bersama lintas disiplin, dengan menempatkan inovasi, kehidupan sosial, dan kebudayaan sebagai unsur yang saling berkaitan.
“Menurut saya kualitas sebuah forum ilmiah perlu dilihat dari kemampuannya menumbuhkan pemikiran kritis dan menghasilkan tindak lanjut,” ujarnya.
Hadi menjelaskan pertemuan akademik akan memiliki nilai yang lebih besar ketika gagasan yang dipertukarkan berkembang menjadi penelitian bersama, pengayaan pembelajaran, publikasi bermutu, serta program pengabdian yang menjawab persoalan masyarakat. Demikian pula keberhasilan pemberdayaan masyarakat sangat dipengaruhi oleh pendidikan, budaya, kepercayaan, dan tata kelola.
Lebih lanjut, Hadi mengatakan terdapat tiga arah yang perlu diperkuat melalui SEMNAS UMJ dan INTERCON 2026, yaitu peningkatan mutu penelitian dan integritas akademik, pengembangan kolaborasi berkelanjutan antarinstansi, serta penguatan manfaat hasil penelitian dan pengabdian agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Dengan demikian, kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs 2030 dapat ditunjukkan melalui bukti yang relevan dengan kebutuhan Masyarakat,” ujarnya.
Hadi berharap kegiatan ini dapat mendorong lahirnya kolaborasi berkelanjutan yang memberikan dampak nyata. Melalui penelitian bermutu, kerja sama yang terarah, dan pengabdian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, UMJ diharapkan terus memperluas kontribusinya bagi pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Kepala LPPM UMJ Prof. Dr. Ir. Tri Yuni Hendrawati, M.Si., menekankan bahwa kolaborasi multidisiplin menjadi bagian penting dalam mendorong penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kebermanfaatan. Menurutnya hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas, tetapi juga memberikan solusi nyata terhadap berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan.
“Semoga kegiatan ini dapat memperluas peluang kerja sama penelitian, meningkatkan kualitas publikasi internasional, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030,” ujarnya.
Konferensi ini menghadirkan iga pembicara internasional, yaitu Prof. Dr. Juliana Jalaludin dari Universiti Putra Malaysia, Dr. Mat Alpy selaku Deputy Director An Nikmah Al Islamiyah, Phnom Penh, Kamboja, serta Dr. Wesam Al Madhoun, Founder of Global Ambassadors of Sustainability, Kanada.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi invited speakers yang menghadirkan akademisi dari perguruan tinggi mitra untuk membahas berbagai isu strategis dari beragam bidang keilmuan. Dr. Iis Dewi Fitriani dari Universitas Muhammadiyah Bandung membahas kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat. Sementara itu, Dr. Siti Mutoharoh dari Universitas Muhammadiyah Gombong mengangkat peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam mendukung kesehatan mental maternal.
Selanjutnya, Dr. apt. Ine Suharyani dari Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon memaparkan pemanfaatan ampas tahu dalam pengembangan teknologi farmasi. Ainun Wulandari, S.H., M.H., dari Universitas Muhammadiyah Bima membahas pendidikan hukum untuk meningkatkan kesadaran perlindungan diri anak. Adapun Dr. Iffan Gallant El Muhammady dari Universitas Muhammadiyah Jember menyoroti pembangunan berkelanjutan melalui perspektif budaya dan tata kelola.
Keberagaman topik tersebut mencerminkan pendekatan multidisiplin dalam menjawab tantangan global. Kolaborasi lintas institusi dan bidang keilmuan juga membuka peluang pengembangan riset serta inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi paralel hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk berbagi temuan ilmiah, memperoleh masukan akademik, serta menjajaki peluang kerja sama penelitian lebih lanjut.
Melalui penyelenggaraan ini, UMJ menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya riset, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, dan memperluas kolaborasi akademik internasional. Upaya tersebut diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pencapaian SDGs 2030.
Ikuti Whatsapp Channel Republika