JAKARTA -- Serial "The Odyssey" versi kecerdasan buatan (Al) buatan Elon Musk menuai kritik setelah episode pertamanya dirilis melalui platform X. Adaptasi yang diklaim lebih akurat secara historis itu justru dicibir warganet karena dinilai buruk dan mengandung sejumlah ketidakakuratan sejarah.
Episode pertama serial tersebut dibagikan platform Al milik X, Grok, pada Jumat (23/10/2026). Proyek ini dibuat menggunakan Grok Imagine, bekerja sama dengan Wonder Studios, spesialis pembuatan film berbasis Al, dan sutradara Dev Walker.
Proyek tersebut merupakan tindak lanjut dari janji Musk untuk membuat versi The Odyssey yang lebih akurat secara historis. Janji itu disampaikan setelah Musk mempermasalahkan pemilihan pemeran dalam film The Odyssey garapan Christopher Nolan. la menyebut versinya akan dibuat secara historis akurat dan tetap setia pada karya asli Homer.
Sebelum film Nolan dirilis, Musk menuduh sutradara tersebut rasis antikulit putih karena memilih Lupita Nyong'o untuk memerankan Helen dari Troya. Selain itu, Musk menuduh Nolan telah menodai karya Homer demi memenuhi apa yang disebutnya sebagai aturan woke yang diperlukan untuk memenangkan Oscar.
CEO Tesla Elon Musk. - (EPA-EFE/HANNIBAL HANSCHKE)
Alih-alih mendapat sambutan positif, cuplikan pertama "The Odyssey" versi Al tersebut justru menuai komentar negatif di media sosial. "Ini benar-benar sampah. Seperti yang sudah diduga," tulis seorang pengguna X dilansir laman NME, Selasa (27/10/2026),
Warganet lainnya menilai kualitas video tersebut sangat buruk. "Ini terlihat seperti film yang dibuat oleh seseorang yang belum pernah menonton film," kata dia.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika