Nasional

Setu Babakan Ditata, Ratusan Pedagang Direlokasi demi Wisata Budaya Betawi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melakukan penataan kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, dengan merelokasi ratusan pedagang yang selama ini beraktivitas di kawasan tersebut. Langkah ini...

15 Oktober 2026, pukul 04:18 WIB · dibaca 1 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melakukan penataan kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, dengan merelokasi ratusan pedagang yang selama ini beraktivitas di kawasan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi Setu Babakan sebagai pusat pelestarian budaya sekaligus destinasi wisata dan kuliner khas Betawi.

Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Firmanuddin Ibrahim mengatakan penataan tersebut merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat identitas kawasan Setu Babakan. Pemerintah ingin memastikan aktivitas perdagangan, fasilitas wisata, dan ruang publik di kawasan tersebut sejalan dengan fungsi utamanya sebagai pusat kebudayaan Betawi.

Baca Juga

"Upaya ini sebagai rangkaian kegiatan program dari Provinsi DKI Jakarta untuk penataan Setu Babakan. Kita tahu bahwa ini tempat destinasi wisata dan kelestarian kebetawian di sini," kata Firmanuddin di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Firmanuddin menyebutkan penataan mencakup relokasi 216 pedagang yang beraktivitas di kawasan tersebut. Pemerintah menyiapkan 63 tempat penampungan, dengan 57 pedagang yang dinyatakan lolos proses kurasi untuk berjualan makanan khas Betawi.

Sementara itu, data Satpol PP Jakarta Selatan yang dihimpun dalam rapat pemerintah kota pada 5 Oktober mencatat 224 pedagang, terdiri atas 130 pedagang di sisi timur dan 94 pedagang di sisi barat Setu Babakan. Kepala Satpol PP Jakarta Selatan Nanto Dwi Subekti pada Rabu (14/10/2026) mengatakan hanya lima pedagang yang masih dalam proses pembongkaran kios, sedangkan sebagian besar lainnya telah memindahkan lapak mereka. Perbedaan antara angka 216 dan 224 pedagang tersebut belum disertai penjelasan mengenai perubahan atau cakupan pendataan.

Proses kurasi dilakukan untuk memastikan jenis dagangan yang ditawarkan sesuai dengan karakter Setu Babakan sebagai destinasi wisata budaya. Dengan demikian, kegiatan ekonomi di dalam kawasan diharapkan dapat mendukung upaya pelestarian kuliner tradisional Betawi.

Sementara itu, pedagang yang belum lolos kurasi diarahkan untuk mendaftar ke lokasi binaan atau lokbin lain yang telah disediakan pemerintah. Kebijakan tersebut dimaksudkan agar penataan kawasan tetap memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk melanjutkan kegiatan ekonominya.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan juga menawarkan sejumlah alternatif tempat berjualan, antara lain Lokbin Pasar Minggu, Teras Lenteng Agung, dan Pasar Bintaro. Menurut Nanto, Lokbin Pasar Minggu yang berada di sekitar terminal masih memiliki sekitar 250 kios kosong yang dapat dimanfaatkan pedagang terdampak penataan.

Firmanuddin menjelaskan bahwa penataan pedagang telah melalui tahapan sosialisasi dan pemberian surat peringatan sesuai prosedur. Setelah proses tersebut, para pedagang melakukan pembongkaran lapak secara mandiri sebagai bagian dari pelaksanaan penataan kawasan.

Sebelumnya, Satpol PP Jakarta Selatan telah menerbitkan Surat Peringatan Pertama pada 28 September, disusul Surat Peringatan Kedua pada 5 Oktober, dan Surat Peringatan Ketiga pada 8 Oktober 2026. Dalam surat peringatan terakhir, pedagang diminta mengosongkan lapak dan memindahkan barang dagangan dalam waktu 1x24 jam setelah surat diterbitkan.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan juga mengerahkan sekitar 400 personel gabungan dari berbagai unsur pemerintahan dan perangkat kewilayahan. Pelaksanaan penataan turut melibatkan masyarakat setempat untuk memastikan kegiatan berlangsung dengan tertib.

Untuk membantu proses pemindahan, Satpol PP Jakarta Selatan menyediakan layanan angkutan gratis bagi pedagang yang membutuhkan bantuan membawa barang dagangan dan perlengkapan usaha. Petugas juga membantu pembongkaran serta pengangkutan barang milik pedagang yang tidak mampu melakukan pemindahan secara mandiri.

 

Loading... sumber : Antara
Lihat di situs asli

Berita terkait