Nasional

Sidak Pembangunan Flyover Latumenten, Legislator Pastikan Beroperasi Januari 2027

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi C DPRD Provinsi DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Flyover Latumenten di Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Sidak tersebut dilakukan...

23 Oktober 2026, pukul 09:38 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi C DPRD Provinsi DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Flyover Latumenten di Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan Flyover Latumenten berjalan sesuai target.

Anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi DKI Jakarta itu menyatakan, progres pembangunan flyover tersebut telah mencapai 83 persen. Ia mengaku sudah memeriksa sejumlah bagian flyover yang memiliki panjang total 800 meter itu untuk memastikan kesesuaian antara progres pembangunan yang dilaporkan dan kondisi di lapangan.

Baca Juga

“Tentunya secara teori kan saya sebagai anggota Dewan enggak boleh percaya begitu saja ya. Nah, pada saat kita cek di lapangan secara teknis dan lain-lain, ternyata sudah sesuai dengan apa yang disampaikan oleh kontraktor,” kata dia, Jumat (23/10/2026).

Meski begitu, Kenneth mengingatkan kontraktor agar tetap bekerja sesuai target. Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memberikan instruksi agar pembangunan Flyover Latumenten dapat rampung pada Desember 2026.

“Masih ada sisa dua bulan lagi, saya harap bisa selesai sesuai target ya. Jadi, Tahun Baru nanti atau Januari 2027 bisa dibuka untuk umum dan beroperasi,” ujar dia.

Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah kendala pembangunan yang disampaikan kontraktor. Salah satunya adalah terkait keterbatasan ruang kerja di lokasi proyek. Namun, berdasarkan hasil peninjauannya, tidak ditemukan kendala signifikan yang berpotensi menghambat penyelesaian pembangunan.

Selain untuk mengurai kemacetan, Flyover Latumenten juga akan dilengkapi fasilitas publik guna menunjang mobilitas masyarakat. Fasilitas tersebut meliputi halte TransJakarta dan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang dilengkapi empat unit lift untuk memudahkan akses, termasuk bagi penyandang disabilitas.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait