Nasional

Sikap Tegas Belanda, Ogah Satu Panggung dengan Israel di Eurovision 2027

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyiar publik Belanda, AvroTros, memutuskan memboikot Kontes Lagu Eurovision 2027. Ini sebagai bentuk protes terhadap keikutsertaan Israel dalam kompetisi tersebut di tengah perang di Gaza. AvroTros yang...

28 Agustus 2026, pukul 02:58 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyiar publik Belanda, AvroTros, memutuskan memboikot Kontes Lagu Eurovision 2027. Ini sebagai bentuk protes terhadap keikutsertaan Israel dalam kompetisi tersebut di tengah perang di Gaza.

AvroTros yang merupakan bagian dari NPO, organisasi induk bagi sistem penyiaran publik Belanda, menilai perubahan aturan yang baru-baru ini dibuat penyelenggara Eurovision belum cukup untuk menjamin netralitas kompetisi. Dalam pernyataannya, AvroTros menyoroti aturan baru yang mencegah negara yang terlibat dalam konflik bersenjata menjadi tuan rumah Eurovision. Namun, menurut mereka, aturan tersebut masih belum cukup membuktikan netralitas acara.

Baca Juga

"Tak dapat disangkal bahwa konflik internasional semakin memengaruhi Kontes ini, merusak karakter netralnya. Kontes lagu Eurovision karenanya telah menjadi platform perpecahan," kata Direktur Jenderal AvroTros, Taco Zimmerman, dilansir laman Sky News, Kamis (27/8/2026).

Zimmerman mengakui keputusan untuk kembali mundur dari Eurovision bukanlah keputusan yang mudah. Namun sebagai penyiar publik, AvroTros memilih untuk berkomitmen pada nilai-nilai yang mereka pegang.

"Ini menyakitkan karena kami sebenarnya sangat ingin kembali menjadi bagian dari kontes tersebut tahun depan. Tapi kami tetap berkomitmen pada nilai-nilai kami dalam segala hal yang kami lakukan, bahkan ketika itu berarti harus menjauh dari sebuah acara yang sangat dekat dengan hati kami," kata Zimmerman.

Pada awal Agustus 2026, Eurovision merilis aturan baru yang melarang negara yang terlibat konflik bersenjata menjadi tuan rumah, sekalipun negara tersebut keluar sebagai pemenang. Aturan ini membuat negara-negara termasuk Israel tidak dapat menjadi tuan rumah Eurovision. Namun demikian, aturan tersebut tetap memungkinkan Israe ikut berkompetisi sebagai peserta.

Direktur Kontes Lagu Eurovision, Martin Green, mengatakan pihak penyelenggara menyesalkan keputusan AvroTros, tetapi memahami dan menghormati pilihan tersebut. Green mengatakan penyelenggara akan menyelidiki kemungkinan adanya penyiar Belanda lain yang bersedia berpartisipasi dalam kompetisi tahun depan.

"Kami sangat berharap bahwa penonton dan artis di Belanda dapat terus terwakili dalam Kontes Lagu Eurovision," kata Green.

Keputusan ini membuat Belanda kembali tidak mengikuti Eurovision untuk tahun kedua berturut-turut. Pada 2026, Belanda juga menarik diri karena alasan yang berkaitan dengan keikutsertaan Israel.

 

Para artis tampil selama gladi bersih untuk semi-final pertama Kontes Lagu Eurovision (ESC) ke-70 di Wina, Austria, 11 Mei 2026. Semi-final pertama ESC 2026 dijadwalkan pada 12 Mei. - (Dok. EPA/HANNIBAL HANSCHKE)

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait