REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Di usia enam tahun, Sila Rifaat Abu Aqlein harus belajar menjalani hidup dengan satu kaki. Bocah asal Gaza, Palestina, itu kehilangan kaki kanannya akibat serangan di kawasan Zeitoun pada 3 Desember 2023. Sejak saat itu, langkah-langkah kecil yang seharusnya mengantarnya bermain dan berlari bersama teman sebaya menjadi bagian dari perjuangan panjang untuk pulih. Pada Senin (12/10/2026), Sila kembali menjalani pemeriksaan rutin di pusat prostetik di Kota Gaza untuk memantau kondisi kaki palsunya.
Bukan hanya kehilangan kaki, Sila juga harus menerima kenyataan bahwa kedua orang tua dan dua saudara perempuannya telah tiada akibat serangan militer Israel. Kini, ia tinggal bersama bibinya dari pihak ibu yang merawatnya setelah tragedi itu merenggut seluruh keluarga intinya. Di tengah kehilangan yang begitu besar pada usia yang masih belia, perawatan kaki palsu menjadi salah satu bagian dari upaya Sila untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari. Perjalanannya masih panjang, tetapi setiap tahap pemulihan memberinya kesempatan untuk terus tumbuh seperti anak-anak seusianya.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : EPA