Nasional

Sistem Kuliah Fleksibel Buka Akses Pendidikan bagi Disabilitas

TANGERANG SELATAN – Pendidikan tinggi yang inklusif membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dengan beragam latar belakang dan kebutuhan khusus untuk menyelesaikan studi. Fleksibilitas sistem pembelajaran menjadi salah satu...

28 Oktober 2026, pukul 05:29 WIB · dibaca 0 kali

TANGERANG SELATAN – Pendidikan tinggi yang inklusif membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dengan beragam latar belakang dan kebutuhan khusus untuk menyelesaikan studi. Fleksibilitas sistem pembelajaran menjadi salah satu faktor yang memungkinkan penyandang disabilitas tetap menempuh pendidikan hingga jenjang sarjana.

Hal itu terlihat dalam Wisuda Universitas Terbuka (UT) Tahun Akademik 2026/2027 Ganjil Wilayah 1 yang diikuti 2.183 wisudawan di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Selasa (27/10/2026). Tiga wisudawan penyandang disabilitas mendapat apresiasi sebagai wisudawan berdedikasi dari Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) Pusat.

Baca Juga

Ketiganya adalah Alfahreza Revialdi dan Mochammad Al Hafizh dari Program Studi S1 Manajemen serta Ida Romauli dari S1 Akuntansi UT Jakarta. Kelulusan mereka menunjukkan akses pendidikan tinggi dapat tetap terbuka bagi mahasiswa dengan kebutuhan yang beragam.

Rektor Universitas Terbuka Ali Muktiyanto mengatakan, mahasiswa UT berasal dari latar belakang budaya dan kondisi yang berbeda. Menurut dia, kondisi fisik tidak seharusnya menjadi penghalang untuk memperoleh pendidikan tinggi.

“Lulusan kita adalah berbagai masyarakat yang berlatar belakang budaya dan kondisi diri. Tadi ada yang tunanetra, ada yang tunabicara. Tidak ada kata tidak mungkin untuk menjadi seorang sarjana,” ujar Ali di sela-sela wisuda.

UT menjalankan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk menyesuaikan proses belajar dengan kondisi masing-masing. Sistem tersebut juga menjangkau mahasiswa dari berbagai profesi, rentang usia, hingga mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

“Melalui sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT memberikan fleksibilitas bagi para mahasiswa dari berbagai rentang profesi, usia, hingga kebutuhan khusus,” kata Ali.

Keberagaman peserta wisuda juga terlihat dari latar belakang sosial dan profesi. Selain penyandang disabilitas, lulusan yang mengikuti wisuda berasal dari penerima beasiswa KIP-Kuliah, pejabat militer, anggota DPRD, hingga figur publik.

Akses yang fleksibel menjadi salah satu unsur penting dalam memperluas kesempatan memperoleh pendidikan tinggi. Bagi mahasiswa dengan kebutuhan khusus maupun keterbatasan waktu dan mobilitas, model pembelajaran yang adaptif dapat membuka jalan lebih besar untuk menyelesaikan pendidikan.

Lihat di situs asli

Berita terkait