REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menilai terpilihnya siswa Sekolah Rakyat sebagai calon anggota Paskibraka tingkat nasional 2026 membuktikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga.
Siswa tersebut adalah Ismi Ulfaida dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Ismi menjadi siswa Sekolah Rakyat pertama yang berhasil menembus seleksi calon Paskibraka tingkat nasional.
Baca Juga- Shakira Ajak Rakyat Kolombia Bersatu dan Saling Mendukung Pascagempa
- Bea Cukai Dorong Pemberdayaan UMKM Lewat Klinik Ekspor dan Business Matching
- Kucurkan Dana Rp12,36 M, Kemenag Rehab Madrasah di Pidie Jaya yang Rusak Akibat Banjir
"Ketika kami pun mendapatkan informasi bahwa ada salah satu yang lolos adik-adik Paskibra ini yang ternyata berasal dari Sekolah Rakyat, ya kita terus terang juga ikut bangga, ikut terharu," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Keberhasilan Ismi menjadi perhatian karena Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program tersebut dirancang tidak hanya untuk memberikan akses pendidikan, tetapi juga membuka kesempatan bagi peserta didiknya untuk mengembangkan kemampuan dan berprestasi.
Bagi pemerintah, keberhasilan siswa Sekolah Rakyat mencapai tingkat nasional menjadi salah satu gambaran bahwa keterbatasan ekonomi tidak semestinya menjadi penghalang bagi anak untuk berkompetisi. Kesempatan yang tersedia diharapkan dapat membuat peserta didik berkembang berdasarkan kemampuan dan kerja keras mereka.
Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo Subianto kemungkinan belum mengetahui secara khusus terpilihnya Ismi. Pemerintah, kata dia, juga tidak mengikuti secara rinci seluruh proses seleksi calon Paskibraka yang berlangsung di 38 provinsi.
Menurut Prasetyo, proses seleksi tersebut justru menunjukkan peserta memperoleh kesempatan berdasarkan kemampuan masing-masing. Latar belakang keluarga maupun kondisi ekonomi tidak menjadi pembeda dalam menentukan siapa yang berhak melaju.
"Sudah tidak lagi kemudian membeda-bedakan kita ini berasal dari mungkin keluarga yang lebih mampu atau yang tidak mampu. Semua berbasis kompetensi, semua berbasis kerja keras," ujar Prasetyo.
Ismi menjadi salah satu wakil Sulawesi Barat bersama M. Deni Fikri dari UPTD SMA Negeri 1 Wonomulyo. Keduanya bergabung dengan perwakilan dari provinsi lain untuk menjalani rangkaian persiapan menjelang upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional, menurut Prasetyo, bukan tugas yang mudah. Para calon anggota harus menjalani latihan fisik secara intensif sekaligus membangun kesiapan mental untuk menjalankan tugas pada salah satu momentum kenegaraan yang menjadi perhatian masyarakat Indonesia.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara