REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN – Seorang siswa SMPN 1 Japara Kabupaten Kuningan mengalami gangguan kesehatan setelah terkena semprotan cairan pembersih lantai. Siswa tersebut kini dirawat di RSUD Linggajati.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar pun menjenguk siswa itu di RSUD Linggajati, Selasa (13/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan kondisi siswa sekaligus meminta agar peristiwa yang sempat dikaitkan dengan dugaan perundungan (bullying) itu ditindaklanjuti secara cermat.
Baca Juga- Musim Hujan di Jabar Diperkirakan Dimulai November, Kuningan Bersiap Hadapi Bencana Hidrometeorologi
- Ular Cobra 4 Meter 'Bertamu' ke Rumah Warga Kuningan, Ditangkap Damkar Hanya 5 Menit
- Kunjungan RS Naik 30 Persen, Dinkes Kuningan Sebut Belum Tentu Kasus Influenza A
Dian menjelaskan, kondisi siswa tersebut kini menunjukkan perkembangan yang baik. Ia berharap siswa itu segera pulih sepenuhnya dan dapat kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah seperti biasa.
“Alhamdulillah, kondisinya semakin membaik dan dipastikan aman. Mudah-mudahan besok ia bisa beraktivitas kembali seperti sediakala,” ujar Dian.
Selain memastikan kondisi kesehatan, Dian juga menggali keterangan langsung dari siswa tersebut mengenai kronologi kejadian. Berdasarkan percakapan itu, insiden diduga bermula dari candaan antarsiswa yang kemudian berujung pada penyemprotan cairan pembersih lantai.
Dalam keterangannya, siswa tersebut menyebut cairan itu mengenai bagian wajah, termasuk mulut dan mata. Ia juga menyampaikan ada teman lain yang turut terkena semprotan.
Setelah kejadian, ia mengalami mual dan muntah hingga mendapatkan pertolongan di lingkungan sekolah sebelum dibawa ke rumah sakit untuk menjalani penanganan medis. Dian menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diperolehnya saat menjenguk korban, semprotan tersebut disebut tidak secara khusus ditujukan kepada siswa itu, melainkan diarahkan kepada beberapa orang dan kebetulan mengenai korban.
Meski demikian, Dian menegaskan peristiwa tersebut tetap harus menjadi perhatian dan ditindaklanjuti agar kejadian serupa tidak terulang. “Saya menugaskan Pak Kadisdik untuk melakukan pembinaan dan turun langsung ke lapangan,” ungkapnya.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika