REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Arab Saudi mengungkapkan aktivitas masyarakat di ibu kota Riyadh masih berjalan normal di tengah pemberitaan serangan Houthi.
Kantor pemerintah dan swasta tetap beroperasi, sementara warga tetap bekerja dan beraktivitas dengan mengikuti arahan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) serta pemerintah setempat untuk tetap tenang dan waspada.
Baca Juga- Penerbangan Lanjutan ke Madinah Batal, 53 Calon Jamaah Umrah Makassar Tertunda Berangkat
- Menag: Tobat Ekologis Kembalikan Persahabatan Manusia dengan Alam
- Situasi Saudi Memanas, Banyak Kelompok Jamaah Umrah Tunda Keberangkatan
Tatang Muhtar, WNI yang tinggal di Riyadh, Arab Saudi, menyampaikan situasi di sana di tengah pemberitaan serangan Houthi terhadap Kerajaan Arab Saudi.
"Saya tinggal di Riyadh, tepatnya di distrik Ummul Hammam, kawasan yang cukup banyak WNI-nya dan dekat dengan Sekolah Indonesia Riyadh, serta hanya tujuh menit dari kantor KBRI Riyadh," kata Tatang kepada Republika, Senin (12/10/2026).
Tatang mengungkapkan dirinya merupakan pekerja migran yang sering beraktivitas keliling kota. Menurut pengamatannya, kegiatan sehari-hari berjalan normal. Bahkan, kantor pemerintah dan swasta tetap buka serta memberikan layanan sebagaimana biasanya.
View this post on InstagramLoading... Ikuti Whatsapp Channel Republika