Nasional

Skema Syariah Mulai Ambil Porsi Besar di Koperasi Gadai Digital

BANDUNG -- Pembiayaan berbasis gadai syariah mulai mendapat porsi yang hampir seimbang dengan pembiayaan konvensional pada koperasi pegadaian digital. Sepanjang April-September 2026, pembiayaan syariah tercatat Rp4,38 miliar dari 61...

27 Oktober 2026, pukul 15:00 WIB · dibaca 1 kali

BANDUNG -- Pembiayaan berbasis gadai syariah mulai mendapat porsi yang hampir seimbang dengan pembiayaan konvensional pada koperasi pegadaian digital. Sepanjang April-September 2026, pembiayaan syariah tercatat Rp4,38 miliar dari 61 fasilitas gadai.

Pada periode yang sama, total pembiayaan Koperasi Multi Pihak (KMP) ModalGadai mencapai Rp8,44 miliar melalui 120 fasilitas. Pembiayaan konvensional tercatat Rp4,06 miliar dari 59 fasilitas gadai.

Baca Juga

Pendiri sekaligus Ketua KMP ModalGadai Muhammad Reza Alkhawarismi mengatakan, penyediaan dua skema pembiayaan dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan anggota. Pada layanan syariah, skema gadai menggunakan konsep rahn, sedangkan akad pendukung mengikuti bentuk dan kesepakatan transaksi.

"Yang terpenting bagi kami, setiap anggota merasa dihargai ketika menentukan pilihannya. Keberagaman tersebut justru membuat komunitas koperasi lebih kaya pengalaman, dan pengalaman itulah yang ingin kami jadikan dasar pengembangan layanan,” ucap Reza, Selasa (27/10/2026).

Pilihan syariah maupun konvensional tersedia pada empat produk utama, yakni Gadai Properti, Gadai Kendaraan, Gadai Emas, dan Gadai Gadget. Jenis akad, pilihan produk, serta jangka waktu dicatat sejak tahap pengajuan dan menjadi acuan hingga fasilitas pembiayaan diselesaikan.

Selama enam bulan pertama, Gadai Properti menjadi penyumbang pembiayaan terbesar dengan nilai Rp5,72 miliar yang mencakup delapan rumah dan tiga ruko. Gadai Kendaraan mencatat pembiayaan Rp2,27 miliar untuk 38 mobil dan sembilan sepeda motor.

Sementara itu, Gadai Emas mencatat pembiayaan Rp340,03 juta yang mencakup tujuh logam mulia dan 10 perhiasan. Gadai Gadget membukukan Rp105,09 juta melalui 37 ponsel dan delapan laptop.

Reza mengatakan, kejelasan proses menjadi salah satu aspek yang dibutuhkan anggota sejak tahap pencairan hingga pengambilan kembali barang yang digadaikan. Informasi mengenai kewajiban dan tahapan penyelesaian fasilitas perlu dapat dipantau selama masa pembiayaan.

“Saya ingin orang bisa melihat proses gadai sebagai satu perjalanan yang utuh. Saat dana diperlukan, kami membantu menjelaskan pilihan dan langkah pencairannya. Ketika fasilitas berjalan, jadwal kewajiban harus tetap mudah dipantau. Lalu pada tahap akhir, anggota perlu tahu bagaimana pengambilan barang dilakukan," kata Reza.

ModalGadai yang diluncurkan pada April 2026 saat ini memiliki 213 anggota. Jumlah tersebut terdiri atas tiga anggota strategis, tiga operator usaha, serta 207 partisipan yang memanfaatkan dan mendukung kegiatan koperasi.

Perolehan pembiayaan selama enam bulan pertama menunjukkan permintaan terhadap skema syariah dan konvensional relatif berimbang. Pilihan akad serta jenis aset yang dapat dijaminkan menjadi salah satu faktor yang menentukan perkembangan layanan gadai berbasis koperasi ke depan.

 

Lihat di situs asli

Berita terkait